Suara.com - Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa menyebut pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin hingga saat ini unggul di 21 Provinsi di Indonesia. Sedangkan rivalnya, Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga hanya menang di 13 provinsi.
Ardian mengatakan estimasi suara sah pada Pilpres 2019 sebesar 155.758.787 pemilih. Hal itu kata dia, berdasarkan asumsi partisipasi pemilih menurut versi quick count sebesar 80,76 persen dari total pemilih sebanyak 192.866.254 pemilih.
Pasangan Jokowi - Ma'ruf kata dia, unggul dengan perolehan suara sebesar 55,71 persen atau 86.773.220 suara. Sedangkan Prabowo - Sandiaga memperoleh suara 44,29 persen atau setara 68.985.566 suara. Adapun selisi perolehan suara di antara keduanya ialah sebesar 11,42 persen.
"Jika selisih kedua pasangan calon sebesar 11,42 persen, artinya selisih itu setara dengan kurang lebih 17 juta suara selisih antara dua kandidat," kata Ardian di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019).
Ardian menuturkan, ada lima faktor yang menyebabkan Jokowi - Maruf unggul dari Prabowo - Sandiaga dengan selisih suara di atas 10 persen.
Pertama, kata dia, ialah kepuasan atas kinerja Jokowi sebagai petahana yang dirasakan oleh mayoritas publik.
Faktor kedua yakni program populis kartu sakti Jokowi seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), infrastruktur, hingga dana desa.
Selain itu basis pemilih yang loyal di kalamgan pemilih minoritas, wong cilik dan kalangan NU juga menjadi faktor ketiga keunggulan Jokowi.
Sedangkan faktor keempat dan kelima ialah adanya golput yang terbagi proporsional serta figur dan kepribadian Jokowi yang lebih disukai publik ketimbang Prabowo.
Baca Juga: Pemilu 2019 Selesai, Anies Desak DPRD Bahas Lagi Kekosongan Cawagub DKI
"Hampir semua aspek kepribadian, Jokowi dinilai publik lebih unggul dibanding Prabowo. Kepribadian tersebut diantaranya Jokowi dinilai lebih jujur, pintar, nasionalis, dan perhatian terhadap rakyat," kata Ardian.
Berita Terkait
-
Tetap di Koalisi Prabowo, Demokrat Tak Akan Tinggalkan Teman Seperjuangan
-
Siang Ini TKN Jokowi Laporkan Dana Akhir Kampanye ke KPU
-
TKN Sebut PAN dan Demokrat Berpeluang Gabung ke Koalisi Jokowi
-
Politikus PKB ke Imam Nahrawi: Apa Benar Sampean Mundur dari Menpora?
-
Erick Thohir Bantah Wacana Pemindahan Ibu Kota Upaya Pengalihan Isu
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR
-
KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum
-
Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan
-
Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?
-
Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
-
Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU
-
Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat
-
Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi
-
ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan