Suara.com - Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Badan Pemenang Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Lieus Sungkharisma menuding kesalahan yang terjadi berulangkali dalam proses input data pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merupakan faktor kesengajaan. Lieus pun menyerukan untuk menangkap Ketua KPU RI, Arief Budiman.
Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) itu pun mempertanyakan mengapa kesalahan input data yang diklaim KPU sebagai human error itu bisa terjadi hampir setiap hari. Padahal, anggaran yang diberikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) cukup besar yakni sebesar Rp 25,59 triliun.
"Masa sekarang dengan anggaran begitu besar kok bisa ada human error berulang-ulang dan hampir tiap hari bisa terjadi itu. Nah jadi kita sebenarnya menerapkan apa yang ada di undang-undang, ya kudu (Ketua KPU RI) ditangkap dong," kata Lieus saat dihubungi, Kamis (2/4/2019).
Lieus menilai kesalahan input data yang berulang kali terjadi merupakan bentuk kejahatan dan bisa terancam dipidana selama empat tahun penjara. Lieus pun merujuk aturan yang tertuang dalam Pasal 532 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Isi pasal itu yakni, setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau
menyebabkan peserta Pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan suara Peserta Pemilu menjadi berkurang dapat dipidana.
"Kesalahan input yang berulang ulang ini itu kejahatan. Yang sebetulnya enggak usaha dicari lagi hukum pidananya, jelas 4 tahun (penjara) denda Rp 48 juta," ujarnya.
Lebih lanjut, Lieus mengatakan jika Situng itu dimaksudkan sebagai bentuk tranparansi informasi kepada publik, maka seharusnya KPU RI membuka ke publik pihak-pihak yang telah melakukan kesalahan dalam proses input data pada Situng. Sebab, Lieus merasa kesalahan input data itu telah merugikan kubu Prabowo.
"Nah itu yang kita ingin tahu, siapa itu yang salah input berulang-ulang dan selalu merugikan 02," ungkapnya.
"Kalau keterbukaan itu begitu ada proses dia langsung audit itu, dia perintahkan stop satu hari, siapa itu yang salah input keluarin itu orangnya. Nah itu keterbukaan. Kemudian besoknya tidak ada lagi kesalahan," imbuhnya.
Sebelumnya, Arief Budiman menanggapi pernyataan BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yang mengaku telah menemukan ribuan kesalahan dalam proses input data pada Situng KPU RI.
Baca Juga: Diundang Jokowi, AHY Datang ke Istana Pakai Mobil B 2024
Terkait hal itu, Arief menyampaikan hasil penghitungan suara lewat Situng tidak menjadi dasar untuk menentukan hasil Pemilu. Menurutnya, Situng hanya alat bantu untuk memberikan informasi secara cepat.
"Kalau Situng kan tidak jadi bahan yang digunakan untuk penetapan. Jadi ini menjadi alat bantu memberikan informasi dengan cepat. Bagian dari penyediaan informasi yang terbuka, transparan kepada publik," kata Arief di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/4).
Arief pun menerangkan jika ditemukan kesalahan input data pada Situng nantinya akan dikoreksi pada proses rekapitulasi hasil penghitungan suara manual di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Arief mengatakan kesalahan input data juga tidak hanya bisa terjadi pada hasil penghitungan suara Pemilu Presiden (Pilpres) melainkan juga Pemilu Legislatif (Pileg).
Berita Terkait
-
KPU ke Ijtimak Ulama III: Kami Tidak Bisa Ditekan Siapapun, Kami Tunduk UU
-
Hadiri Ijtimak Ulama III, Lieus Sungkharisma Jadi Sorotan Warganet
-
Bachtiar Nasir: Ijtimak Ulama Redam Kekecewaan Umat karena Pilpres Curang
-
Habib Rizieq: Prabowo Harus Dinyatakan Menang Pilpres, Berapa pun Suaranya
-
Rekomendasi Ijtima Ulama III: Desak Bawaslu dan KPU Diskualifikasi Jokowi
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran
-
Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan
-
Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang
-
Istana Negara Dibuka untuk Umum, Warga Mulai Berbondong-bondong Hadiri Open House Lebaran
-
Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS
-
Prabowo Salat Id di Aceh, Ahmad Muzani: Bentuk Solidaritas bagi Sumatra
-
Lebaran di KPK, Sudewo Beri Pesan Idulfitri Kepada Warga Pati
-
Lebaran di Aceh Tamiang, Prabowo: Pemulihan Pascabencana Hampir 100 Persen
-
Kasatgas PRR Dampingi Presiden Prabowo Rayakan Idulfitri Bersama Masyarakat di Aceh Tamiang
-
Prabowo Tinjau Huntara Korban Bencana Banjir Aceh Usai Salat Id, Cek Fasilitas dan Sapa Warga