Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mencibir banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia ketika bertugas pada Pemilu dan Pilpres 2019.
Cibiran Fahri Hamzah tersebut menuai komentar pedas dari artis sekaligus dokter bedah estetika Tompi.
Awalnya, Fahri Hamzah menilai ada yang mencurigakan pada kematian ratusan petugas KPPS saat proses penghitungan suara Pemilu 2019. Menurut Fahri Hamzah, tidak ada orang yang meninggal karena kelelahan.
"Tidak ada orang meninggal karena capek. Tidak ada orang capek lalu bunuh diri. Pekerja Romusha dan perbudakan tidak mati. Mati kalau disiksa atau setelah tahunan kerja paksa," kata Fahri Hamzah seperti dikutip Suara.com, Senin (6/5/2019).
Bahkan, Fahri Hamzah membandingkan kasus para petugas KPPS dengan keluarganya. Menurutnya, saat keluarganya kelelahan mempersiapkan acara pun tidak berujung kematian seperti yang dialami oleh para petugas KPPS.
"Kemarin kelaurga saya bikin kondangan, seminggu capek.. Lalu sehat dan bahagia #AdaApadiTPS," imbuh Fahri Hamzah.
Cuitan Fahri Hamzah terebut mendapatkan beragam komentar dari warganet. Tompi ikut memberikan komentar yang cukup telak untuk Fahri Hamzah atas cuitan tersebut.
"Duh komentarnya gak bergizi nih. Sering-seringlah diskusi medis sama istrinya biar komentar bekas wakil rakyat ini lebih bermakna dan bertanggungjawab," balas Tompi.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) per 4 Mei 2019, sebanyak 440 petugas KPPS meninggal saat sedang bertugas. Penyebab kematian ratusan petugas KPPS lantaran kelelahan hingga mengalami kecelakaan.
Baca Juga: HNW: Klaim Kemenangan Prabowo 62 Persen dari Survei Internal Demokrat
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat