Suara.com - Kabar hoaks yang menyesatkan mengenai perhelatan Pilpres 2019, kembali tersebar di media-media sosial.
Termutakhir, terdapat warganet yang menyebar kabar hoaks bahwa mendiang mantan Ketua KPU RI Husni Kamil Manik meninggal karena sengaja dibunuh.
Warganet itu lantas menyambungkan kabar hoaks itu dengan peristiwa ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 yang meninggal dunia.
Klaim yang diperiksa:
Warganet di Twitter berakun @TanYoana atau Aline Yoana Tan, pada tanggal 9 Mei 2019 pukul 3.11 pagi, menuliskan sebagai berikut:
Husni Kamil Manik Aja Dimatiin Buat Nutupin Fakta.... Apalagi cuma sekelas petugas KPPS. Nyawanya Murah Meriah.... Demokrasi Genosida !!!
Tulisan akun tersebut hingga Senin (13/5/2019), sudah disebar ulang oleh 2.900 warganet dan disukai 8.500 orang.
Fakta:
Almarhum Husni Kamil Malik wafat Husni Kamil Manik berpulang saat berusia hampir menginjak 41 tahun.
Baca Juga: CEK FAKTA: Ustaz Somad Dipecat dari Dosen karena Dukung Prabowo, Benarkah?
Husni mengembuskan nafas terakhir seusai mendapat perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina pada 7 Juli 2016. Jenazahnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Jumat, 8 Juli 2016.
Semasa hidupnya, Almarhum Husni Kamil Manik terpilih memimpin KPU sejak 12 April 2012. Sejak menjalani perkuliahan di Padang, Sumatera Barat, dirinya sudah aktif di bidang pemilu dan turut memantau pelaksanaan Pemilu 1999. Sebelumnya, Husni adalah anggota KPU Sumatera Barat.
Kala itu, anggota KPU lainnya, Ferry Kurnia Rizkiyansyah menegaskan, Husni Kamil Malik wafat disebabkan oleh penyakit yang memang telah diderita mantan anggota KPU Sumatera Barat itu.
Dia menjelaskan Husni memang sejak lama mengidap penyakit diabetes.
"Sakit, ada infeksi pencernaan dan kebetulan pada waktu itu gula darahnya sedang naik sehingga mengalami infeksi sistemik langsung menjalar ke aliran darah, organ vital dan paru-paru, sehingga beberapa pembuluh darahnya pecah," kata Ferry.
Dia menyayangkan sejumlah pihak yang berspekulasi terkait penyebab kematian Husni. Dia meminta agar dugaan-dugaan yang tidak berdasar dihentikan.
Berita Terkait
-
Tanggapi Megawati, KPU Pastikan Evaluasi Sistem Setelah Pemilu 2019 Selesai
-
Kemenkes Mulai Otopsi Petugas KPPS yang Meninggal di 17 Provinsi
-
Sempat Linglung dan Mengigau, Ketua Panwascam di Bali Akhirnya Meninggal
-
13 Penyakit Penyebab Ratusan Petugas KPPS Meninggal
-
Tewas Misterius, Petugas KPPS Membusuk di Hutan Setelah Hilang 5 Hari
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terkini
-
KLH Siapkan Gugatan Triliunan untuk 6 Perusahaan Terduga Biang Banjir Sumatra
-
Kamuflase Bus Pekerja: Strategi PT GAN Kelabuhi Bea Cukai demi Keluarkan Barang Tanpa Izin
-
Ratusan Pengemudi Ojol Demo di Depan Kedubes AS, Sindir Janji Jokowi Soal Payung Hukum
-
Misteri Jurist Tan Dijuluki 'Bu Menteri': Hakim Gregetan, Jaksa Didesak Segera Tangkap Buronan Ini
-
YLKI Catat 1.977 Aduan Konsumen Sepanjang 2025, Jasa Keuangan Paling Dikeluhkan
-
KPK Periksa Sekretaris Camat dan 5 Direktur Swasta dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
-
Tragedi Utang di Bekasi: Teman Lama Tega Habisi Nyawa MDT, Jasad Dibuang di Kuburan
-
Lingkaran Setan Suap Bupati Bekasi, KPK Panggil 5 Bos Proyek dan Sekcam Sekaligus
-
Kedubes Iran Klarifikasi Unjuk Rasa di Teheran, Ada Intervensi AS dan Israel
-
Nasib Noel di Ujung Palu Hakim, Sidang Pemerasan Rp201 M di Kemenaker Dimulai Senin Depan