Suara.com - Pihak berwenang Amerika Serikat menyatakan telah menangkap 50 orang terkait dengan apa yang disebut jaksa “skema penipuan pernikahan berskala besar” yang bertujuan untuk mengelak dari undang-undang imigrasi.
Menurut dakwaan grand jury pekan lalu, skema itu dijalankan di negara bagian Texas, dan melibatkan orang-orang yang berdomisili di sana dan di Vietnam.
Dokumen pengadilan membeberkan pengaturan di mana mereka yang ingin memperoleh status penduduk tetap di Amerika Serikat membayar antara 50 ribu dan 70 ribu dolar ke organisasi yang dipimpin Ashley Yen Nguyen, demikian dilansir dari VOA, Rabu (15/5/2019).
Orang-orang itu kemudian dipasangkan dengan seorang warga negara Amerika yang direkrut organisasi tersebut, yang akan diberi sebagian pembayaran dan dalam beberapa kasus akan merekrut warga negara lainnya untuk ambil bagian juga dalam skema tersebut.
Agar aplikasi imigrasi mereka terlihat sah, pihak berwenang menyatakan organisasi itu membantu mereka yang terlibat dalam membuat album foto pernikahan dan menyediakan dokumen palsu terkait pajak, tagihan listrik dan air serta catatan kepegawaian.
Surat dakwaan terhadap orang-orang tersebut mencakup tuntutan terhadap 96 orang, termasuk penipuan pernikahan, penipuan surat pos, penipuan imigrasi, berbohong di bawah sumpah dan mengganggu saksi mata.
“Penipuan pernikahan adalah kejahatan serius,” kata direktur distrik Houston Layanan Warganegara dan Imigrasi AS (USCIS). USCIS tetap teguh pada komitmen untuk memastikan keamanan nasional, keamanan publik dan integritas sistem imigrasi.
Para jaksa menyatakan pernikahan palsu itu mencakup pasangan yang tidak pernah tinggal bersama dan tidak bermaksud tinggal bersama, yang bertemu sebentar sebelum mengajukan aplikasi untuk mendapat akta nikah apabila mereka memang benar-benar bertemu langsung, dan mereka yang menikah berdasarkan pengaturan dengan imbalan uang yang diatur organisasi Nguyen.
Proses menjadi seorang warga negara Amerika untuk meminta status penduduk tetap bagi pasangannya sangat luas. USCIS meminta berbagai dokumen seperti akta nikah, sewa atau kepemilikan properti secara bersama, penggabungan finansial mereka serta pernyataan tertulis dari orang-orang yang menegaskan bahwa pernikahan itu bonafide.
Baca Juga: Jadi Korban Penipuan, Penerima Uang Kerohiman PT KAI Rugi Rp 18 Juta
Juga ada banyak formulir yang harus diserahkan warga negara Amerika dan pasangannya, serta wawancara pasangan bersangkutan, dengan disertai peringatan bahwa memberikan informasi palsu dapat dikenai tuntutan pidana.
Berita Terkait
-
Survei di Amerika Serikat: Konsumen Siap Pilih Mobil Listrik
-
2 Pesawat Bertabrakan di Udara, 3 Orang Tewas
-
Ancam Bunuh Donald Trump dan Kirim Bubuk Putih, Pria 51 Tahun Ditangkap
-
Hadapi Ancaman Iran, AS Tingkatkan Persenjataan di Timur Tengah
-
Dugaan Penipuan Wisata Rohani ke Israel, Bos HMT Tour Dilaporkan Polisi
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?
-
Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian
-
5 Rekomendasi Facial Wash Jepang untuk Kulit Putih dan Bersih
-
Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut
-
Lima Tahun Diabaikan Pemerintah, Warga Mekarsari Lebak Banten Patungan Perbaiki Jembatan Rusak
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Gibran Minta PSEL Palembang Tak Sekadar Olah Sampah, Warga dan UMKM Harus Ikut Untung
-
BRI Hadirkan Harapan Baru Bagi Mantan Pekerja Migran Indonesia Melalui KUR dan Pemberdayaan UMKM
-
Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh
-
3 Tablet Murah dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta untuk Belajar, Kerja dan Hiburan