Suara.com - Enam orang tersangka yang merencanakan pembunuhan terhadap empat pejabat negara atau tokoh nasional dengan cara ditembak mati tergabung dalam satu kelompok. Mereka tidak memiliki latar belakang sebagai pelaku kejahatan atau pemegang senjata api yang mahir.
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan keenam tersangka tersebut merupakan karyawan kantoran.
Adapun yang membuat keenam tersangka nekat merencanakan aksi jahatnya tersebut karena didasari oleh faktor ekonomi dengan iming-iming uang imbalan jika berhasil melancarkan aksi penembakan terhadap empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.
"Enggak (memiliki keahlian), sebagai karyawan biasa. Iya (faktor) ekonomi," kata Dedi di Menko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).
Dedi juga tidak menampik bahwa keenam tersangka terindikasi pernah melakukan latihan menembak terkait aksi pembunuhan yang mereka rencanakan.
"Nanti akan disampaikan. Iya, iya (ada indikasi ke sana)," ujar Dedi.
Diketahui, Polri dan TNI menetapkan 6 tersangka baru terkait kerusuhan 22 Meidi sejumlah titik DKI Jakarta, terutama kawasan dekat gedung Bawaslu, Jalan M. H. Thamrin, Rabu pekan lalu.
Keenam tersangka baru itu berasal dari satu kelompok yang sama dan dipimpin oleh lelaki berinisial HK. Keenamnya ditangkap karena berniat menembak mati 4 pejabat negara atau tokoh nasional.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal dalam konferensi pers di kantor Kemenkopolhukam, Senin (27/5/2019), mengungkapkan keenam tersangka tersebut berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi.
Baca Juga: Kivlan Zein Tersangka Makar, Fadli Zon: Cuma di Mulut, Mana Bisa Makar
Keenamnya memiliki peran masing-masing yang berbeda. Ada yang mencari pejual senjata api, hingga mencari sosok demonstran 22 Mei untuk dijadikan martir alias penembak 4 pejabat negara dan satu pemimpin lembaga survei swasta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
-
Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?
-
Kuasa Hukum Bupati Jember Beberkan Hak Finansial Wabup Capai Hampir Setengah Miliar
-
Pelaku Usaha Butuh Kepastian Regulasi, Para Pakar Ini Soroti Profesionalisme Penegakan Hukum
-
Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
-
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG