Suara.com - Otoritas India meminta pemerintah Malaysia untuk mengekstradisi pengkhotbah Muslim Zakir Naik dari negara itu, dilansir Malay Mail pada Senin (10/6/2019).
Direktorat Hukum India menuding Zakir Naik terlibat pencucian uang dan meminta kerja sama interpol untuk menahan tokoh itu.
India kini tengah berupaya mendapatkan surat perintah penangkapan Zakir Naik dari pengadilan Mumbai, yang diprediksi keluar pada 19 Juni.
Surat perintah itu akan memungkinkan otoritas India mengajukan petisi kepada Interpol untuk mengeluarkan Red Notice kepada negara-negara anggota, termasuk Malaysia, demikian dilansir dari Kantor Berita Anadolu.
Setelah itu, India akan meminta otoritas Malaysia mengembalikannya di bawah perjanjian ekstradisi kedua negara.
Direktorat Hukum India menuding Zakir Naik melakukan pencucian uang sebesar 1,93 miliar Rupee atau sekitar Rp 400 miliar.
Meskipun Delhi telah membuat permintaan resmi agar Zakir Naik diekstradisi, namun pemerintah Malaysia mengatakan tidak akan memenuhinya kecuali dia melanggar hukum setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Bombardir Bandar Abbas, AS Klaim Serangan ke 2 Kapal Iran Tak Langgar Gencatan Senjata
-
Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri
-
Kebijakan Iklim Dibuat untuk Warga Terdampak, Tapi Mengapa Mereka Jarang Dilibatkan?
-
Ibu Kota Lumpuh Akibat Protes, Presiden Bolivia Panik Potong Gaji 50 Persen untuk Redam Tekanan
-
Ditujukan untuk Sujarwo, Geger Paket Misterius Berisi Pocong Mainan di Kulon Progo
-
Bejat! Ayah Tiri di Koja Tega Cabuli Dua Anak Sambungnya, Aksi Terbongkar Usai Korban Mengadu
-
Penduduk Dunia Tembus 8 MIliar, Bisakah Pangan Lokal Jadi Jawaban Krisis Pangan Global?
-
Sukuk ST016 Jadi Pilihan Investasi Syariah Minim Risiko dengan Imbal Hasil Menarik
-
Tak Cuma Teknologi, Rano Karno Sebut Partisipasi Warga Jadi Penentu Nasib Sampah Jakarta
-
Bolehkah ASN atau Awardee LPDP Mengkritik Program Pemerintah? Ini Penjelasannya