Suara.com - Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) menggelar acara bertajuk Silaturahmi Kebangsaan Untuk Persatuan di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019) malam.
Ketua Umum ICMI 2015-2020 Jimly Asshiddiqie dalam sambutannya menyinggung soal dua kelompok yang terbentuk saat Pemilu 2019. Ia meminta jangan ada lagi Bangsa Indonesia yang terbelah pascapemilu.
Jimly juga menyarankan agar kedua koalisi partai politik yang sebelumnya bertarung dalam Pemilu kemarin agar tetap pada posisinya, yakni oposisi dan pemerintah.
Hal itu demi menciptakan sebuah sistem demokrasi yang seimbang di pemerintahan.
"Mari kita saling menghargai, dan bila diperlukan, rawat sistem berkelompok, check and balance," kata Jimly di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).
Sementara itu, JK dalam sambutannya merasa bersyukur Bangsa Indonesia memiliki suasana yang kondusif meski ada sedikit konflik antar kubu karena perbedaan pandangan politik.
"Kita bersyukur bahwa Indonesia, walau ada riak-riak tapi kita tetap memiliki suasana yang memberikan kita rasa bangga, walaupun banyak perbedaan, tetap ada persatuan," ujar JK.
Hadir dalam acara ini, Ketua MPR RI yang juga Ketua Dewan Pakar ICMI, Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKS Shohibul Iman, Mantan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva, putra B.J. Habibie, Ilham Akbar Habibie, serta Ketua Umum ICMI 2015-2020 Jimly Asshiddiqie.
Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Dewan Penasihat ICMI, Jusuf Kalla juga turut hadir di lokasi.
Baca Juga: PPP Buka Peluang Satu Partai Oposisi Gabung Koalisi, Nasdem Terserah Jokowi
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis