Suara.com - Lama menjadi pengangguran ternyata memiliki efek tak baik, salah satunya berpikiran kriminal seperti yang terjadi pada RA, pemuda di Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.
RA yang lama menjadi pengangguran tersebut tega mencoba memerkosa tantenya sendiri. Alhasil, ia kekinian harus meringkuk di sel tahanan polisi.
Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur Iptu Adrian mengatakan, percobaan pemerkosaan tersebut berawal saat RA mendatangi rumah pamannya di sebuah perumahan Tanjungpinang dengan tujuan meminjam uang.
Saat itu, RA berjumpa dengan tantenya. Oleh perempuan itu, RA disarankan menunggu lantaran pamannya belum pulang.
"Tantenya tidak pegang uang dan RA disuruh menunggu. Kebetulan di rumah itu yang ada hanya perempuan itu," kata Adrian seperti diberitakan Batamnews.co.id—jaringan Suara.com, Minggu (7/7/2019).
Namun,ketika menunggu pamannya datang, RA justru memaksa dan mendorong tantenya ke dalam kamar.
Kuatnya nafsu birahi RA, membuatnya gelap mata dan sempat menarik pakaian yang dikenakan tantenya hingga robek.
Namun, sebelum aksi terkutuk itu terjadi, RA langsung kabur lantaran tantenya berteriak keras.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Bintan Timur. Sementara, RA sempat jadi buron selama dua pekan lantaran kabur ke Batam.
Baca Juga: KNKT Terjunkan Tim Investigasi ke Tanjung Pinang
“Saat pulang ke Tanjungpinang, orangtua pelaku langsung menyerahkan ke Polsek Tanjungpinang Timur,” ujarnya.
Kini RA meringkuk di sel tahanan. Dia dijerat Pasal 53 juncto Pasal 285 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.
Pelaku Hipnotis
Selain pelaku pemerkosaan itu, masih dari Kepulauan Riau, polisi setempat jua menangkap pelaku hipnotis yang sudah beraksi di empat lokasi di Batam.
Tim Jatanras Polda Kepri dan Polresta Barelang manangkap John Henri alias Jang Auri setelah seorang WNA Singapura mengaku kehilangan uang.
Aksi John Henri itu dilakukan setelah ia memberikan tumpangan kepada WN Singapura. Dalam mobil itu ada pula rekan John, yakni Almetri yang kekinian buron.
Berita Terkait
-
Dukun ES Tega Nodai Anak Tirinya Lima Kali Berdalih Tingkatkan Kesaktian
-
Pastor Ditangkap Polisi, Perkosa Gadis 12 Tahun di Pinggiran Sungai
-
Digerebek Pacaran, ABG Malah Diperkosa Warga di Belakang Rumahnya
-
Videonya Viral, Kasus Anak Gadis Digilir 5 Pemuda di Pondok Terungkap
-
Tiga Guru SMP Pemerkosa Siswi di Lab Sekolah Akhirnya Tertangkap
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan