Suara.com - LKS SMK 2019 digelar di Yogyakarta pada 7-13 Juli 2019. Kamis (11/07/2019) ini, merupakan hari terakhir untuk pelaksanaan berbagai lomba kompetensi siswa SMK tingkat nasional tersebut.
Lomba hairdressing merupakan satu dari 32 lomba di LKS SMK 2019. Tak main-maun, ketua juri lomba hairdressing ini adalah perwakilan dari PT. Loreal Indonesia, Patricia Viola.
Patricia Viola berpendapat banyak peluang dan potensi yang bisa dimanfaatkan para siswa SMK ketika mereka mendalami teknik hairdressing.
"Dunia hairdressing ini adalah dunia yang mempunyai peluang dan potensi, di mana profesi sebagai hairdresser profesional itu sangat-sangat menjanjikan," ungkap Patricia, saat ditemui Suara.com di Jogja Expo Center.
Dia lalu mengatakan, Indonesia bisa dibilang telah menjadi salah satu negara yang mempunyai perkembangan ekonomi cukup pesat. Namun sayangnya, banyak pebisnis salon yang mengalami kesulitan karena kekurangan sumber daya manusia berkompeten.
Menurut Patricia, para peserta lomba hairdressing di LKS SMK 2019 tentu memiliki potensi yang sangat baik. Bukan hal mustahil jika mereka kelak menjadi berkarier sebagai hairdresser profesional nan berprestasi.
Namun, hal tersebut jelas membutuhkan dukungan secara optimal dari berbagai pihak. Mereka harus terus didampingi dan diarahkan untuk mengasah kemampuan masing-masing.
"Jadi, alangkah baiknya, dari semua pihak benar-benar mendukung terus anak-anak yang mempunyai passion dalam bidang hairdressing, supaya mereka bisa menjadi hairdresser profesional," ujar Patricia.
Baca Juga: Adu Kreativitas, Puluhan Siswa Bersaing di Lomba Hairdressing LKS SMK 2019
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek