Suara.com - Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp 267.607.500 untuk pemenuhan kebutuhan para pencari suaka yang saat ini menempati gedung bekas Komando Militer (Kodim) Kalideres Jakarta Barat. Duit itu untuk memberi makan para pencari suaka yang datang dari Timur Tengah itu.
Satu dapur umum dibuat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat yang menyediakan sebanyak 2.200 kotak makan per hari. Sebanyak 50 Orang Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah diturunkan untuk membantu mendirikan tenda darurat, layanan dapur umum serta mobilisasi bantuan dan pendampingan pengungsi.
"Bantuan tersebut terdiri dari logistik senilai Rp236.077.500 dan bantuan beras reguler Rp31.530.000," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat di Jakarta, Senin (15/7/2019).
Kementerian Sosial juga memberikan pendampingan anak-anak para pencari suaka oleh Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) yang melakukan asesmen awal untuk intervensi layanan dukungan psikososial.
Sebelumnya Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah harus turun tangan agar keberadaan para pencari suaka itu tidak sampai menimbulkan masalah sosial di masyarakat.
Para pencari suaka yang sempat mengungsi di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, akhirnya dipindahkan oleh Pemeritah Daerah DKI Jakarta ke penampungan sementara di gedung bekas Kodim dan Sekolah Dian Harapan, Kalideres, Jakarta Barat.
Para pencari suaka tersebut berasal dari Afghanistan, Somalia, Sudan, Irak, Iran, Pakistan, Cina, Ethiopia dan Yaman. (Antara)
Berita Terkait
-
1.300 Pencari Suaka Kebon Sirih Kekurangan Sajadah untuk Salat, Makan Cukup
-
Agar Tak Berpenyakit, Pencari Suaka Kebon Sirih Diajarkan Cuci Tangan
-
Lurah Kalideres Sebut Imigran Pencari Suaka Sulit Diatur
-
Dibentangkan Spanduk Penolakan, Imigran: Terimalah Kami untuk Sementara
-
Alasan Warga Tolak Keberadaan Imigran di Gedung Eks Kodim Daan Mogot
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel