Suara.com - FPI berang setelah aktivis media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menyebar data ormas besutan Rizieq Shihab itu tergolong kelompok teroris.
Abu Janda menyebar pernyataan itu berdasarkan data lembaga Terrorism Research & Analysis Consortium (TRAC), yang diambilnya dari laman daring trackingterrorism.org.
Dia menyebar data tersebut untuk merepons hilangnya unggahan warganet di Twitter, Instagram, atau Facebook, kalau berembel-embel atau disertakan foto Rizieq.
Sementara Sekretaris Umum FPI Munarman membantah pernyataan Abu Janda tersebut. Untuk diketahui, keduanya berdebat dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, yang tayang Selasa (30/7/2019).
Munarman mengklaim, pernyataan Abu Janda soal FPI teroris adalah menyesatkan. Ia justru balik menuding, hal tersebut sengaja diungkapkan Abu Janda yang notabene merupakan seorang buzzer politik.
"Permadi Arya ini jago agitprop, agitasi dan proposal. Jadi dia menakut-takuti orang, supaya dia sendiri mendapat pekerjaan, membangun opini lain. Pekerjaan dia memang begitu," kata Munarman dalam cuplikan video ILC seperti dikutip Suara.com, Kamis (1/7/2019).
Menurut Munarman, laman daring TRAC yang menjadi dasar Abu Janda mengategorikan FPI sebagai teroris, tidak memunyai validitas maupun kejelasan.
"Laman itu sudah kami cek, tak jelas ternyata,” kata Munarman.
Sebagai balasan, Munarman mengungkapkan klaim penyebab hilangnya foto Habib Rizieq setiap kali disebar di media sosial.
Baca Juga: Kutip Situs Asing, Abu Janda Sebut FPI Kategori Teroris
"Kan yang punya otoritas itu Kementerian Informasi dan Komunikasi. Mereka memberikan surat kepada pengelola Facebook di Indoensia, supaya hal-hal terkait gerakan 212, terutama foto-foto Habib Rizieq dihapus. Itu fakta, ini fakta hukum," tutur Munarman.
Sebelumnyal, Abu Janda menjelaskan apa yang ia nyatakan terkait FPI dikategorikan sebagai teroris itu hanya berdasarkan laman TRAC, bukan pendapat pribadi.
"Di sini afwan ya bang, di situs ini FPI itu dikategorikan sebagai terrorist organization. Jadi ini bukan opiniku bang, ini bukan opiniku tapi ini yang dijadikan dasar penghapusan fotonya Habib Rizieq di Facebook dan IG, tak ada hubungannya sama rezim," kata Abu Janda.
Berita Terkait
-
Kutip Situs Asing, Abu Janda Sebut FPI Kategori Teroris
-
Izin FPI Masih Digantung, Kemendagri: Kalau Mudarat, Kami Tak Biarkan Hidup
-
Abu Janda Ngaku Jadi Perisak, Sandiaga Uno Beri Tanggapan Santai
-
PSI: Indeks Kebebasan Berkeyakinan Turun karena Anies dan FPI
-
Polemik Perizinan FPI, JK: Pemerintah Tidak Bisa Diskriminasi
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno