Suara.com - Aparat Kepolisian Resor Mimika, Papua meringkus enam orang lantaran dianggap berbuat onar seusai pelaksanaan rapat pleno KPU Mimika tentang penetapan perolehan kursi dan calon terpilih DPRD Mimika yang berlangsung di Gedung Eme Neme Yauware Timika, Kamis (1/8/2019) kemarin.
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan enam orang yang ditangkap telah melakukan penyerangan terhadap rumah salah seorang anggota Panitia Pemilihan Distrik Alama. Enam orang yang dibekuk itu di antaranya adalah caleg yang gagal menjadi anggota DPRD Mimika.
"Ada tiga orang yang kami amankan dari Irigasi, satu orang caleg dan dua orang simpatisannya. Termasuk anggota PPD Alama kita periksa sebagai saksi. Sementara dari Gedung Eme Neme Yauware kami amankan tiga orang karena mengancam KPU Mimika," kata AKBP Agung seperti dilansir Antara, Jumat (2/8/2019).
Agung menegaskan keterlibatan aparat Polri dibantu TNI dalam pengamanan rapat pleno KPU Mimika tersebut atas permintaan KPU Mimika sendiri bersama Bawaslu Mimika.
Saat suasana rapat berlangsung memanas lantaran adanya hujan interupsi oleh sejumlah pengurus parpol, Ketua Bawaslu Mimika Jonas Janampa meminta pihak keamanan untuk mengeluarkan dari arena rapat orang-orang yang dianggap mengganggu jalannya rapat pleno KPU Mimika.
"Bahkan ditengarai dan ada indikasi kuat ada beberapa pihak ingin menggagalkan pleno KPU Mimika. Kami menduga pihak-pihak itu merupakan caleg yang gagal terpilih menjadi anggota dewan," jelas AKBP Agung.
Adapun penyerangan rumah salah seorang anggota PPD Alama dilakukan oleh seorang oknum caleg yang gagal menuju kursi DPRD Mimika periode 2019-2024.
"Informasi yang kami terima, caleg yang tidak lolos itu dijanjikan untuk lolos menjadi anggota DPRD oleh oknum anggota PPD Alama. Dalam kenyataan tidak demikian sehingga yang bersangkutan tidak puas. Ini sangat disayangkan, siapapun tidak boleh mengambil langkah-langkah persekusi atau bertindak main hakim sendiri," kata dia.
"Kalau memang ada data-data seperti itu laporkan saja ke Bawaslu atau Sentra Gakkumdu agar data perolehan suaranya dikomparasikan. Jangan sebaliknya bertindak main hakim sendiri, memobilisasi massa dan melakukan tindakan anarkistis," sambungnya.
Baca Juga: Caleg Gagal Mulan Jameela Cs Gugat Partai Gerindra, Sidang Ditunda
Pascapenetapan kursi dan caleg terpilih DPRD Mimika periode 2019-2024, situasi kamtibmas di Mimika, terutama di Kota Timika tetap kondusif.
Berdasarkan SK KPU Mimika Nomor Nomor 14/hk.03. 1-kpt/ 9109/Kabupaten Mimika/VIII/2019 dan SK KPU Mimika Nomor 15/Hk.03.1-kpt/9109/KPU Kabupaten Mimika/VIII/2019, Partai Golkar mendominasi perolehan kursi DPRD Mimika periode 2019-2024 dengan jumlah tujuh kursi, diikuti oleh Partai Nasdem, PDI-Perjuangan dan Gerindra masing-masing dengan perolehan lima kursi.
Selanjutnya, PKB memperoleh empat kursi, Demokrat dan Perindo masing-masing memperoleh tiga kursi. Sedangkan PSI, Hanura dan PBB masing-masing memperoleh satu kursi.
Adapun enam parpol lainnya yaitu Garuda, Berkarya, PKS, PPP, PAN dan PKPI tidak mampu menempatkan perwakilannya di DPRD Mimika periode 2019-2024.
Berikut nama-nama calon terpilih DPRD Mimika periode 2019-2024: Rizal Patadan, Robby Kamaniel Omaleng, Iwan Anwar, Mariunus Tandiseno, Mery Pongutan, Aser Murib, dan Anthon Bukaleng (Golkar), Anthon Pali, Yustina Timang, Daud Bunga, Novian Kula, dan Alex Tsenawatme (Nasdem), Yohanes Felix Helyanan, Julian Salossa, Karel Gwijangge, Sasier Abugau, dan Thobias A Maturbongs (PDI-Perjuangan).
Selanjutnya: Tanzil Azharie, Elminus B Mom, Parjono, Den B Hagabal dan Nurman S Karupukaro (Gerindra), Matius Uwe Yanengga, Miller Kogoya, Nathaniel Murib, dan Amandus Gwijangge (PKB), Luther Wakerkwa, Marthinus Walilo dan Ancelina Beanal (Demokrat), Samuel Bonai, Leonardus Kocu, dan Aloysius Paerong (Perindo), Saleh Alhamid (Hanura), Rendy Wijaya (PSI) dan Herman Ghafur (PBB).
Mayoritas calon terpilih DPRD Mimika periode 2019-2024 merupakan wajah-wajah baru, hanya sembilan orang diantaranya merupakan calon petahana DPRD Mimika periode 2014-2019.
Berita Terkait
-
Banyak Caleg Gagal Daftar Anggota BPK, JK: Boleh Saja Mendaftar
-
Tak Dapat Dukungan, Caleg Gagal di Sulsel Bongkar 4 Makam Keluarga
-
Caleg Gagal, Hanya Dapat 5 Suara Padahal Punya 9 Anggota Keluarga
-
Caleg Gagal Serbu Distrik Fayit Papua, 5 Orang Tewas Ditembak
-
RSUD Depok Siap Layani Caleg Gagal yang Alami Gangguan Mental
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dasco dan Muhadjir Effendy Bertemu, Upayakan Perpendek Masa Tunggu Jemaah Haji
-
Bank BJB Diduga 'Kondisikan' Hasil Audit BPK Terkait Pengadaan Iklan
-
Profil dan Jejak Karier Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo
-
Malam Kelam di Sungai Burung, Nelayan Muda yang Hilang Ditemukan Tak Bernyawa
-
Lingkungan Rusak Bukan karena Tak Tahu, tetapi karena Tak Dibiasakan
-
Kantor Kemenko Polkam Tak Aman? Motor Jurnalis iNews Hilang, Tak Ada CCTV di Lokasi
-
OJK Bidik Generasi Muda dan Lansia, Literasi Keuangan Masih Jadi Tantangan
-
Orang Dekat Eks PM Italia Jadi Otak Serangan Bom ke Jurnalis Investigasi Sigfrido Ranucci
-
Bos BEI Buka Suara Isu Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal
-
5 Posisi Foto Pernikahan yang Baik dan Membawa Hoki di Dalam Rumah