Suara.com - Sutradara Garin Nugroho menghadiri Malam Resepsi Ulang Tahun ke 25 Tahun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Hotel JS Luwansa Jakarta, Rabu (7/8/2019) malam.
Di acara ini, Garin membacakan orasi budaya dengan tema "Hilangnya Kemampuan Menarasikan Realitas Bangsa dan Tantangan di Era Milenial".
Garin menuturkan salah satu cara membaca masa depan adalah menengok ke belakang untuk membaca bagaimana daya hidup bangsa Indonesia mengelola momentum perubahan di setiap periode sejarah, khususnya dalam hubungannya dengan revolusi Industri berbasis teknologi.
Kata Garin, membaca Indonesia di era revolusi industri 1.0 juga ditandai dengan mesin uap serta pergantian tenaga manusia dengan mesin.
Membaca Indonesia yang dahulu disebut Hindia Timur di era VOC yang dinarasikan lewat beragam media dari sketsa dan lukisan Raden Saleh tentang beragam jenis flora hingga fauna, lukisan Mooi Indie, novel Conrad tentang gambaran manusia Melayu, catatan perjalanan, sketsa perang sebutlah perang Jawa, catatan riset, iklan turisme, seni pertunjukan, koran–koran maupun fotografi dan film. Bahkan penyebutan nama Indonesia di mulai di jurnal ilmiah ilmuwan Berlin.
Dengan kata lain, Garin mengatakan keindonesiaan di era 1.0 dinarasikan oleh beragam bentuk media, layaknya perspektif jurnalisme era 4.0 yang menuntut jurnalisme dalam perspektif multimedia, menggabungkan teks, suara hingga visual.
"Sejarah juga mencatat, revolusi teknologi senantiasa melahirkan paradoks, sebutlah antara lompatan versus ketertinggalan, harapan versus tragedi, penemuan versus kehilangan hingga penguasaan teknologi versus ketimpangan akses," ujar Garin Nugroho dalam orasinya.
Karenanya muncul pertanyaan sederhana, apakah bentuk–bentuk narasi di era 1.0 ini mampu menarasikan realitas sosial ekonomi dan politik periode awal liberalisme ekonomi terbesar itu.
Garin mengatakan sejarah mencatat, liberalitas ekonomi berbasis revolusi indusri 1.0 menunjuk hilangnya narasi perihal realitas ketimpangan hingga ketidakpuasan sosial ekonomi beserta tragedi kemanusiaannya.
Baca Juga: Seru, Jet Formula UGM Bakal Bertarung di Jepang
Kenyataan ini, kata Garin mulai terungkap lewat munculnya desakan politik etis awal abad 20 yakni ditandai lahirnya beragam narasi, meski sangat minoritas, lewat novel hingga koran–koran.
"Sebutlah novel Multatuli maupun tulisan–tulisan generasi awal jurnalis seperti Tirto Adhi Soeryo. Haruslah dicatat, peran jurnalis 1.0 adalah pemberi narasi humanisme di tengah perubahan sosial ekonomi dalam revolusi industri yang penuh paradoks," tutur Garin.
Laman berikut membincangkan soal kaum Bumi Putera dalam bertahan terhadap VOC, hingga Microsoft.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung