Suara.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kembali memilih nominasi penerima Udin Award pada perayaan HUT AJI ke-25 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (7/8/2019) malam.
Dalam nominasi Udin Award tahun 2019, dewan juri mempertimbangkan sisi profesionalisme, dedikasi pada dunia jurnalistik, dan kronologi kejadian serta menganalisa setiap kasus secara mendalam.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, dewan juri Udin Award memilih tim Indonesialeaks sebagai pemenang Udin Award tahun 2019.
Indonesialeaks, kolaborasi jurnalis dalam platform ini dinilai telah meneruskan spirit Udin, wartawan Harian Bernas yang gugur ketika menjalankan tugas jurnalistiknya.
Tim Indonesialeaks menghadapi upaya pembungkaman pers gaya baru dan berupaya bertahan meski ditentang. Para jurnalisnya dengan berbagai cara mencari jalan untuk menghadapi tekanan dari luar dan dalam organisasi media agar tetap menyiarkan liputannya.
Indonesialeaks melakukan kerja kolaborasi yang saling menguatkan, selain juga saling kontrol di antara para anggotanya. Keteribatan sejumlah lembaga nirlaba dan organisasi internasional menjadikan kerja dalam Indonesialeaks menjadi terkontrol. Sehingga media terhindar dari masuknya kepentingan non-jurnalistik dalam liputan media.
Investigasi Buku Merah yang diangkat tim Indonesialeaks sangat penting karena menyangkut dugaan perkara korupsi yang hingga kini belum tuntas penanganannya.
Liputan ini mengungkap upaya menghilang barang bukti suap impor daging sapi oleh sejumlah oknum penyidik KPK — upaya pelemahan KPK dari dalam maupun luar organisasi.
Dalam pelaksanaannya, terjadi upaya penghentian pemuatan atau penyiaran liputan Indonesialeaks. Buntut dari liputan Indonesialeaks, tekanan berupa teror juga dialami oleh anggota konsorsium non jurnalis.
Baca Juga: AJI Berikan Penghargaan ke Baiq Nuril
Riuhnya respons publik terhadap liputan Indonesialeaks, juga pernyataan yang bernada mengancam terhadap para jurnalis, mengakibatkan wartawan dalam konsorsium ini mengambil langkah antisipatif dengan pelbagai cara dalam mengamankan diri.
Indonesialeaks merupakan ikhtiar yang patut diapresiasi di tengah berkecamuknya hoaks dan berita bohong. Kerja investigasi bersama dianggap sejalan dengan spirit zaman yang menuntut kolaborasi dalam menghasilkan karya bermutu.
Untuk diketahui, Udin Award, diambil dari kata panggilan wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin yang meninggal dunia pada 16 Agustus 1996 di Yogyakarta.
Udin dianiaya orang tidak dikenal karena berita korupsi yang ditulisnya pada 13 Agustus 1996, dan meninggal dunia tiga hari kemudian. Sampai saat ini, kasusnya tidak tuntas diusut. Pelaku pembunuhan Udin tak pernah terungkap.
Penghargaan yang diberikan AJI sebagai upaya untuk mendorong kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia.
Melalui Udin Award, AJI ingin memberikan penghargaan kepada jurnalis maupun kelompok jurnalis profesional, dan memiliki dedikasi pada dunia jurnalistik, serta menjadi korban kekerasan. Para nominasi Udin Award 2019 adalah para jurnalis atau kelompok jurnalis yang menjadi korban kekerasan sepanjang Agustus 2018 hingga Juli 2019, dan usulan dari berbagai pihak.
Berita Terkait
-
Ketua AJI: Gimana Jurnalis Mau Profesional kalau Gaji Tidak Memadai
-
AJI Minta Polisi Usut Kebakaran Rumah Jurnalis Serambi Indonesia
-
AJI Padang Sesalkan Pelarangan Liputan Jurnalis TVRI di Masjid Raya Sumbar
-
Banyak Jurnalis Alami Kekerasan, AJI Jakarta Desak Polri Usut Tuntas
-
Usai Keliling Naik Vespa, Dua Jurnalis Ini Lakban Mulut saat May Day
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara