Suara.com - Menteri era Orde Baru, Emil Salim menyebut ada kekeliruan dalam dokumen Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengenai perencanaan gagasan ibu kota baru. Ia pun 'gagal' paham apabila pemindahan ibu kota dipilih sebagai solusi dari semrawutnya Jakarta.
Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan III, itu sempat membaca makalah Bappenas soal pemindahan ibu kota. Menurutnya ada kekeliruan di balik alasan pemindahan ibu kota.
"Makalah papper Bappenas yang saya terima, saya terima alasan pindah ibu kota, saya baca, saya anggap keliru," kata Emil dalam sebuah Diskusi 'Tantangan Persoalan Ekonomi Sosial dan Pemerintahan Ibu Kota Baru' INDEF di ITS Tower, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat (23/8/2019).
Emil kemudian mengungkapkan ketidakpahamannya melihat pemindahan ibu kota dilakukan dengan pertimbangan Jakarta sebagai ibu kota sudah dipusingkan dengan berbagai masalah seperti macet, banjir, air yang kotor dan sebagainya. Apabila masalahnya ada di situ, lanjutnya, maka yang seharusnya dilakukan ialah membicarakan solusinya.
"Nah kalau saya, kalau itu soalnya ya soalnya itu kita pecahkan (masalahnya) bukan pindah ke tempat lain. Lantas, kalau pindah ke tempat lain gimana soal banjir, soal yang lain? Enggak ngerti saya itu," ujarnya.
Leboh lanjut, ia juga sempat menyinggung adanya ancaman banjir besar dari utara Pulau Jawa yang juga sempat dibahas oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada 2017 silam. Emil pun bingung dengan solusi yang diberikan oleh Bappenas.
"Tapi mana tanggung jawab Bappenas yang menyatakan ini harus pindah? Astagfirullah, saya bukan orang Jawa tapi saya menangis membaca ini," tuturnya.
Emil kemudian menjelaskan seharusnya pemerintah menyiapkan anggaran menghadapi bonus demografi pada 2030. Ketimbang menggelontorkan anggaran untuk memindahkan ibu kota, Jokowi semestinya bisa fokus kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menyinggung dengan bonus demografi yang akan didapatkan Indonesia di masa mendatang.
"Dengan demikian majunya bangsa itu kalau kita fokus, termasuk pada Indonesia bagian Timur bisa kita tingkatkan sumber daya manusia, tercipta lah pemerataan pembangunan bukan dengan memindahkan fisik," katanya.
Baca Juga: Kepala Bappenas Serahkan Kajian Struktur Tanah Ibu Kota Baru Kepada Jokowi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run
-
Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian