- Direktur Utama PT Evercross, Imam Sujati, menyatakan tidak mengetahui proses penetapan harga laptop di e-katalog.
- Penjualan laptop tersebut diketahui melalui distributor, bukan transaksi langsung antara perusahaan dan kementerian.
- Harga di e-katalog mencapai Rp6,8 juta, signifikan berbeda dari HPP yang diklaim Imam Rp2,9 juta hingga Rp3,4 juta.
Suara.com - Direktur Utama PT Evercoss Technology Indonesia (Evercoss), Imam Sujati, mengklaim pihaknya tidak mengetahui langsung soal harga pengadaan laptop Chormebook yang dicantumkan di e-katalog.
Diketahui, ada selisih harga yang cukup signifikan antara Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan harga yang berada di e-katalog.
Mulanya Jaksa menanyakan soal apakah ada negosiasi antara pihak kementerian dengan perusahaan yang dipimpin oleh Imam.
Imam kemudian mengatakan jika penjualan dilakukan melalui distributor. Sehingga tidak ada transaksi secara langsung antara pimpinan perusahaan dengan pihak kementerian
“Saya lewat distributor kan pak,” jawab Imam di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
“Iya, harga yang dijual di e-katalog 2021 berapa?,” timpalnya jaksa.
“2021, Rp3,75 juta,” ucap Imam.
“Itu HPP-nya kali?,” tanya kembali JPU.
“HPP-nya Rp2,9 juta,” jawab Imam.
Baca Juga: Takut Tidak Jalankan Perintah, Pengakuan Mengejutkan Saksi Soal Sosok Jurist Tan di Kasus Nadiem
Namun harga tersebut ada perubahan karena baru harga bahan baku, tidak termasuk biaya pekerjaan, jasa kirim menggunakan kapal, dan lainnya.
“Terus BPKP datang, dirinci baru bersama-sama memrincikan sehingga HPP-nya kita Rp2,9 juta untuk yang non-CDM untuk CDM-nya tambah senilai, sebentar Pak, Rp463.000 sehingga untuk yang CDM Rp3,4 juta,” kata dia.
Namun, saat JPU menampilkan e-katalog di situ tertera jika harga laptop Chormebook dengan merek Evercross senilai Rp6,8 juta.
“Harga satuannya di e-katalog bisa timbul Rp6,8 juta itu gimana itu? Itu kan metode SRP, itu bisa timbul kayak gitu gimana?,” tanya JPU.
“Waduh itu LKPP saya malah nggak tahu Pak. Saya nggak tahu prosesnya. Saya nggak tahu prosesnya bisa timbul harga segitu,” timpalnya.
“Saudara tidak tahu yang timbul 2021? Itu kan itu kan metodenya itu kan dari pihak penyedia reseller ya kan, tetapi kan dia meminta dari dukungan dari prinsipal gitu lho,” tanya JPU kembali.
“Lah itu saya nggak tahu pak, saya itu orang marketing yang ikut LKPP,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Jaksa Bantah Nadiem Makarim Soal Harga Laptop: LKPP Sebut Ada Kemahalan Harga di Proyek Chromebook
-
Jaksa Ungkap Kemahalan Harga dalam Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook Kemendikbudristek
-
Pengamat: JPN Kejaksaan di Proyek Chromebook Hanya Kawal Prosedur, Bukan Hapus Niat Jahat
-
Takut Tidak Jalankan Perintah, Pengakuan Mengejutkan Saksi Soal Sosok Jurist Tan di Kasus Nadiem
-
Mantan Kepala LKPP Ungkap Aturan Harga E-Katalog dalam Sidang Dugaan Korupsi Nadiem Makarim
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Prahara Internal PBNU, Menakar Jejak Konflik KH Miftahul Akhyar dari Surabaya hingga Pusat