- Pemprov DKI Jakarta, melalui Gubernur Pramono Anung, menegaskan tidak ada pembatasan jumlah pendatang pasca-Idulfitri 2026.
- Keputusan ini diambil karena optimisme pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,71 persen pada kuartal keempat tahun lalu.
- Pramono mengimbau pendatang baru yang hendak mengadu nasib harus memiliki keahlian dan kapabilitas memadai.
Suara.com - Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak akan melakukan pembatasan terhadap jumlah pendatang yang masuk ke ibu kota pasca-hari raya Idulfitri mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat ditemui awak media di Balai Kota Jakarta pada Selasa (10/2/2026).
Pramono menilai, daya tarik Jakarta bagi para perantau masih sangat tinggi seiring dengan tren pertumbuhan ekonomi yang positif di pengujung tahun lalu.
"Dalam kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan karena tingkat kepercayaan yang tinggi dan juga harapan publik dari segala survei menampakkan, karena pertumbuhan ekonomi di Jakarta kemarin juga di Q4 5,71 persen, sehingga harapan publik itu pasti besar," ujarnya.
Tingginya ekspektasi publik diprediksi akan memicu gelombang masyarakat daerah yang ingin mengadu nasib di Jakarta setelah masa Lebaran usai.
Pemprov pun telah menggelar rapat koordinasi guna mengantisipasi membeludaknya warga dari luar daerah yang bermigrasi ke ibu kota.
Mantan Sekretaris Kabinet itu menekankan bahwa Jakarta merupakan kota yang inklusif dan tidak akan pernah menutup pintu bagi siapa pun.
Kendati demikian, ia mengingatkan para perantau agar memiliki bekal yang mumpuni sebelum memutuskan untuk menetap dan bekerja di Jakarta.
"Kami mengharapkan orang yang datang di Jakarta kemudian mempunyai skill, kapabilitas, kapasitas, untuk bekerja di Jakarta," imbau Pramono.
Baca Juga: Pramono Meradang Pelajar Siram Air Keras Acak di Cempaka Putih: Tindak Tegas, Tak Ada Kompromi!
Persiapan yang matang dari segi keahlian dianggap menjadi kunci utama agar para pendatang baru bisa bertahan di tengah persaingan ibu kota yang ketat.
Pramono menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia agar fenomena mengadu nasib tidak berakhir pada kesulitan di perantauan.
Dengan sikap ini, Pemprov DKI Jakarta tetap menjaga marwah kota sebagai pusat ekonomi nasional, namun dengan pengawasan terhadap kesiapan para pendatangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Tambang Ilegal Bertahun-tahun Terbongkar ! Kejagung Tetapkan Bos PT AKT Tersangka Korupsi Batu Bara
-
Sempat Ditutup karena Kelapa Utuh, SPPG Seri Kuala Lobam Kembali Beroperasi
-
Ketegangan di Selat Hormuz, Mengapa Indonesia Terlempar dari Daftar Jalur Hijau Militer Iran?
-
Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia
-
Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran
-
Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite
-
Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas
-
Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat
-
'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri
-
Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut