Suara.com - Komisi nasional hak asasi manusia (Komnas HAM) memandang komitmen politik pemerintah pusat terhadap penyelesaian pelanggaran HAM di Papua masih rendah. Meskipun sudah ditagih Komnas HAM, penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Bumi Cenderawasih urung dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, pihaknya mencatat ada pelanggaran HAM di Papua yang hingga saat ini belum tuntas terungkap. Sebut saja, Tragedi Wasior dan Wamena. Tragedi Wasior pada 2001 silam terjadi dengan dugaan adanya aparat Brimob Polda Papua melakukan penyerbuan kepada warga di Desa Wonoboi, Wasior, Manokwari, Papua.
Kemudian Tragedi Wamena yang terjadi pada Tahun 2003 ketika ada penyisiran 25 kampung saat merayakan Hari Raya Paskah. Dikabarkan penyisiran itu dilakukan karena adanya sekelompok massa tak dikenal membobol gudang senjata Markas Kodim 1702.
Menurut Beka, penyelesaian dugaan adanya pelanggaran HAM justru mengalami hambatan berasal dari pemerintah pusat.
"Hambatan utamanya saya kira ada di pemerintahan pusat. Komitmen politiknya masih sangat rendah," kata Beka dalam diskusi bertajuk 'Bagaimana Sebaiknya Mengurus Papua' di kawasan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (31/8/2019).
Beka kemudian mengungkapkan bahwa KomnasHAM sempat menemui Jokowi pada Juni 2018 untuk memberikan solusi dalam menyelesaikan pelanggaran HAM di Papua. Jokowi pun disebutnya sepakat untuk menyelesaikan kasus yang menjadi prioritas salah satunya yakni Tragedi Wasio dan Wamena. Akan tetapi, kesepakatan itu belum juga terealisasikan. Beka menyebut pihaknya sudah menagih Jokowi lebih dari sekali.
"Tapi sampai saat ini belum ada langkah yang signifikan yang bisa membuat kawan-kawan di Papua yakin," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta