Suara.com - Seorang bocah berusia 12 tahun di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur berinisial AP meninggal dunia pada Senin (2/8) setelah terkena gigitan anjing rabies pada 23 Juli 2019.
"Saya baru dapat informasi tersebut, dan menyayangkan hal ini karena yang bersangkutan meninggal akibat tak mendapatkan suntikan vaksin antirabies dan serum antirabies setelah terkena gigitan," kata pemerhati rabies dari Rumah Sakit TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka dr Asep Purnama di Kupang, Selasa (3/9/2019).
Ia menceritakan, AP setelah terkena gigitan keesokan harinya langsung dibawa ke puskesmas setempat dengan tujuan agar bisa mendapatakan suntikan vaksin antirabies.
Tatkala tiba di puskemas itu, vaksin yang diharapkan ternyata sudah habis. AP pun dirujuk ke Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur. Namun AP malah dibawa ke rumahnya sehingga tidak ada perawatan sama sekali setelah gigitan anjing rabies tersebut.
"Seandainya pemda setempat peduli dan menyiapkan vaksin pasti hal tersebut tidak terjadi seperti yang dialami oleh AP," kata dia.
Orang tua AP sendiri baru sadar perilaku anaknya sudah tidak seperti biasanya lagi seperti takut angin dan air, sehingga pada tanggal 30 dibawa ke RS di Ruteng.
"Korban sempat dirawat namun tak tertolong nyawanya karena virus rabies sudah menyerang ke otak anak itu," katanya.
Ia berharap kejadian seperti itu tidak terjadi lagi dan mengimbau pemerintah daerah memberikan kemudahan akses terhadap layanan VAR dan SAR (rabies center) yang juga menjadi faktor penentu dalam upaya pencegahan kematian akibat gigitan hewan penular rabies.
Saat ini "rabies center" masih minim, oleh karena itu perlu diperbanyak sehingga lebih mudah dijangkau korban gigitan hewan penular rabies (HPR) yang membutuhkannya, kata Asep Purnama. (Antara)
Baca Juga: Horor! Hampir 1.000 Orang Digigit dan Kena Rabies di Flores Timur
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement