Suara.com - Aktivis Jaringan Gusdurian, Kalis Mardiasih, menanggapi ucapan anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini terkait otoritas tubuh perempuan setelah menikah.
Berawal ketika Jazuli Juwaini berpendapat bahwa manusia setelah menikah, tubuh istri maupun suami merupakan milik bersama.
"Manusia setelah menikah, tidak boleh bilang bahwa tubuh saya adalah milik saya. Diri saya adalah milik kita, yakni suami istri," ujar Jazuli Juwaini seperti dikutip Suara.comdari acara Q & A Metro TV bertajuk Ganjaran Hidung Belang yang ditayangkan Minggu (9/9/2019).
Namun, pernyataan Jazuli Juwaini tersebut ditanggapi oleh Kalis Mardiasih yang duduk di sana sebagai salah satu penanya.
Kalis Mardiasih mengatakan, "Bapak tadi bilang orang setelah menikah, tubuhnya bukan milik sendiri, tapi milik bersama."
Menurut Kalis, sebelum atau setelah menikah, tubuh perempuan ditanggung oleh perempuan itu sendiri, salah satunya ketika sakit menstruasi atau sakit karena melahirkan.
"Mohon maaf bapak. Tubuh saya setelah menikah, yang merasakan sakit saat menstruasi itu saya sendiri. Setelah hamil masih kesakitkan, itu saya sendiri (yang merasakan). Sehingga, kalau ada paksaan, ada eksploitasi, ada permintaan 'pelayanan' ya saya punya otoritas terhadap hak tubuh saya sendiri," ujar Kalis Mardiasih disambut tepuk tangan penonton.
Jazuli pun menjawab tanggapan tersebut. Namun, menurut Jazuli Juwaini, sakit yang dialami sang ibu tersebut wajar, toh ongkos rumah sakit dibebankan kepada suami.
"Lahirnya merasakan sakit karena dari rahim sang ibu wajar, tapi ongkos rumah sakitnya kan dibebankan kepada suami," ujar Jazuli.
Baca Juga: RUU PKS Diminta Atur Perempuan Bisa Tolak Oral Seks
Pernyataan Jazuli Juwaini tersebut membuat riuh. Para penanya pun protes. Jazuli pun menjawab, "Karena pendekatannya harus pendekatan rumah tangga."
Berita Terkait
-
Ini Lima Bakal Calon Wali Kota Depok dari PKS
-
DPR Sepakat Revisi UU KPK, PKS Ungkap Kejanggalan dan Janji Akan Kritik
-
Disebut Mengintervensi, PKS Tolak 2 Nama Cawagub dari Arief Poyuono
-
Rapat RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Panja Akui Serap Saran dari Pakar
-
Ibu Kota Mau Dipindah, Mardani Ali Sera Serukan Tagar #GrasaGrusu
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla
-
BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia
-
Bakal 'Sakti' Seperti KPK, Komnas HAM Diusulkan Bisa Lakukan Penyidikan dan Tuntut Pelanggar HAM
-
DPR Desak Pemerintah Jamin Keselamatan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel
-
Tutup Pintunya! Kata-kata Terakhir Amin Abdullah Sebelum Dibunuh Pelaku Penembakan Masjid San Diego
-
Amnesty: Kritik Pemerintah Dibungkam Lewat Kampanye Disinformasi 'Antek Asing'
-
Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza
-
Mendagri Bersama Menteri PKP Luncurkan Bedah Rumah BSPS di Provinsi Wilayah Maluku-Bali-Nusra
-
Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan Dapur MBG, Modus Catut Nama BGN dan Jual Koordinat SPPG