Suara.com - Kabar yang menyebutkan adanya penemuan mayat di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta menggegerkan media sosial. Pasalnya, posisi pria yang dikabarkan meninggal itu berada di atas sepeda motor.
Ia duduk di atas jok, dengan badan dan kepala yang terkulai lemas pada bagian depan kendaraan.
Di video yang sudah tersebar luas, pria itu tampak masih mengenakan helm, dan tangannya memeluk pegangan kemudi sepeda motor.
Banyak orang yang mengerumuninya, tetapi pria itu tak menunjukkan gerakan sama sekali.
Video tersebut kemudian diunggah akun Facebook Nurohmad dengan keterangan bahwa pria tersebut ditemukan meninggal di atas sepeda motor yang berhenti di Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Bantul.
Setelah videonya beredar di dunia maya, seorang pengguna Facebook menyatakan bahwa keterangan untuk video itu adalah hoaks.
Rupanya pengguna akun Hertha Cha itu adalah pria yang mencuri perhatian banyak orang dalam video tersebut.
Menurut pengakuannya, keterangan palsu untuk video tersebut menimbulkan reaksi panik pada keluarganya.
"Bahkan jauh-jauh ada yang datang karena kabar tersebut," tulis Hertha Cha, Jumat (20/9/2019).
Baca Juga: Dikira Tidur, Lelaki Misterius itu Ternyata Tewas di Pos Ronda
Ia juga mengungkapkan kronologi kejadian sebelum ia tertidur di lokasi.
"Untuk cerita ini, tadi mau berangkat kerja jam 6. Karena kaget ada ayam menyeberang, terpaksa saya hindari dan masuk ke sawah," jelas Hertha Cha.
Dirinya mengaku mengalah hingga terperosok ke sawah lantaran khawatir dengan kepercayaan warga setempat, yakni bahwa pengendara yang dua kali menabrak ayam akan mendatangkan musibah bagi keluarganya.
Apalagi, kata Hertha Cha, warga yang menolongnya menceritakan, insiden sepeda motor hingga mobil jatuh ke sawah memang sering terjadi di lokasi dia terjatuh.
Setelah itu, Hertha Cha mengabari pemilik sepeda motor yang ia pinjam bahwa dirinya terkena musibah.
Kemudian dia melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja, tetapi terpaksa menepi karena perasaannya belum sepenuhnya tenang.
Berita Terkait
-
Viral Aksi Berondong Tembakan di Acara Adat, Tiga Polisi Ditindak Propam
-
3 Polisi Berondong Peluru Depan Anak-anak, Polri: Senpi Jangan Dipakai Main
-
Viral Video Seruan Tentara Aceh Darussalam, Usir Semua Orang Non Aceh
-
Video Viral Tembak-Tembakan di Hajatan, Bocah Rebutan Selongsong Peluru
-
Viral Video Pengemis Renta Dijemput Wanita, Hasilkan Rp160 Ribu Sehari
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Usut Manipulasi Pajak, Kejagung Tunggu Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara dari BPKP
-
Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?
-
KPK Ungkap Ada Jatah Bulanan Rp7 Miliar ke Bea Cukai Agar Tak Cek Barang Bawaan PT Blueray
-
Terkuak! Alasan Kejagung Pertahankan Cekal Saksi Kasus Korupsi Pajak Walau KUHP Baru Berbeda
-
Skema Belajar Ramadan 2026: Pemerintah Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Polda Metro Jaya Periksa Pandji Pragiwaksono Hari Ini Terkait Kasus Mens Rea
-
Truk Tabrak Separator, Ribuan Penumpang Transjakarta Terjebak Macet Parah di Tanjung Duren
-
OTT Bea Cukai: KPK Sita Rp40,5 Miliar, Termasuk Emas 5,3 Kg dan Uang Valas
-
Manipulasi Jalur Merah, KPK Tahan Direktur P2 Bea Cukai dan Empat Tersangka Korupsi Importasi