Lagu Indonesia Pusaka bergema di Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, dinyanyikan oleh ribuan mahasiswa yang memadati ruang tunggu stasiun, Selasa malam.
Sebelumnya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini betepuk tangan seperti menyambut kedatangan teman-teman mereka yang dipukul mundur petugas dari gedung DPR RI.
Lalu mereka yang tadi duduk menunggu menyebar di ruang tunggu stasiun langsung berdiri melihat ke arah datangnya mahasiswa di pintu masuk stasiun.
Tak lama kemudian mereka berdiri dan melantunkan lagu Indonesia Pusaka bersama-sama, nyanyian tersebut menggema sebagai penyemangat bagi para mahasiswa yang sedang berdemontrasi.
Tidak ketinggalan petugas KCI Stasiun Palmerah yang berjaga ikut menyanyikan lagu nasional tersebut sebagai bentuk dukungan kepada para mahasiswa.
Setelah melantunkan lagi Indonesia Pusaka, mereka lalu menyanyi lagu mars 'Pak Polisi-Pak Polisi' yang biasa dinyanyikan saat berunjuk rasa.
Lagu tersebut mereka tujukan ke arah luar stasiun setelah melihat aparat memukul mundur para mahasiswa ke arah stasiun.
Posko Medis
Stasiun Palmerah, Jakarta menyiagakan posko medis darurat membantu mahasiswa yang kekurangan oksigen setelah terkena gas air mata usai berdemo di gedung DPR RI, Selasa.
Baca Juga: Aksi Mahasiswa Rusuh, Ini 4 Langkah Pertolongan Pertama Saat Pingsan
Pantauan di Stasiun Palmerah sekitar pukul 17.00 WIB sebanyak lima orang mengalami lemas dan mengeluhkan sesak nafas dan pusing saat masuk ke stasiun.
Petugas Stasiun dan tim medis membantu mengevakuasi kelima mahasiswa tersebut ke posko darurat yang ada di pintu masuk stasiun.
Posko tersebut dibuat situasional untuk menampung mahasiswa yang kehabisan oksigen akibat terkena gas air mata.
Jumlah mahasiswa terus bertambah dari lima orang menjadi 10 dan kini sudah ada sekitar 15 orang mendapatkan pertolongan pertama.
Para mahasiswa yang mengalami kekurangan oksigen berasal dari sejumlah kamus seperti STEMIK Bani Saleh Bekasi, STIKES Bani Saleh Bekasi, ISIP Jakarta dan Politeknik APP Jakarta.
David Arifin, Asisten manajer kesehatan pelayanan penumpang PT KCI mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi hal ini dengan menyiagakan tim medis di tiga stasisun.
"Kami siagakan di Stasiun Palmerah, Tanah Abang, dan Gondangdia," kata David.
Tim kesehatan terdiri petugas medis berjumlah tiga orang dan dibantu petugas KCI lainnya.
Menurut dia situasi seperti ini sudah terbaca sehingga sudah diantisipasi, seperti pengalaman saat aksi 212.
"Memang sudah kita antisipasi karena ada demo mahasiswa ini kita siapkan posko medis," kata David.
David menyebutkan para mahasiswa mengalami kelelahan dan kehabisan oksigen akibat terkena gas air mata.
Petugas memeriksa kondisi kesehatan mahasiswa mengukur kadar oksigen di dalam tubuh menggunakan alat ukur otomatis, mahasiswa dibantu diberi oksigen tambahan, dan obat maag.
Ditembak Gas Air Mata
Kepanikan terjadi di Stasiun Palmerah, Selasa sekitar pukul 20.20 WIB, setelah beberapa tembakan gas air mata terdengar dekat dari stasiun tersebut, kemudian mahasiswa yang semula menduduki stasiun, bergerak menjauh dari arah pintu kedatangan.
Beberapa ledakan gas air mata terdengar meletus dari Stasiun Palmerah, mahasiswa yang masih berada di stasiun berteriak dan bertepuk tangan sebagai tanda semangat.
Tidak beberapa lama kemudian terdengar lagi tembakan gas air mata dari arah bawah stasiun, beberapa mahasiswa yang berada di peron lantai bawah berlarian ke atas membawa sejumlah teman mereka yang pingsan dan kelelahan.
Situasi makin panik ketika mahasiswa mulai berdiri dan bergerak mejauh dari tangga peron dan pintu masuk.
Tampak kepanikan terjadi di kalangan mahasiswa, bahkan ada yang menggunakan helm di dalam stasiun.
Situasi kondusif kembali setelah sejumlah mahasiswa meneriakkan untuk tetap tenang dan tidak panik.
Petugas stasiun juga terus mengimbau mahasiswa tetap tenang dan tidak panik karena situasi sudah terkendali.
Hingga berita ini diturunkan mahasiswa masih memadati Stasiun Palmerah. Mereka masih menggunakan pasta gigi pelindung dari gas air mata di wajahnya.
Berita Terkait
-
Polisi Masih Menembakan Gas Air Mata ke Mahasiswa di Dekat Stasiun Palmerah
-
Panik! Stasiun Palmerah Tempat Demonstran Dihujani Gas Air Mata
-
Sultan Kena Tembak Gas Air Mata Tepat di Mulut, Dirawat di RS Mintohardjo
-
Demo Mahasiswa di DPR, Operator Seluler Bantah Batasi Akses Internet
-
Korban Bentrok, Warga Sekitar DPR Nyaris Pingsan Bingung Cari Puskesmas
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi