Suara.com - Langkah putra sulung Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, untuk fokus menjadi politikus dan akan maju ke Pemilihan Wali Kota Solo menuai sorotan dari mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
Eks kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memberikan saran kepada pemilik waralaba Markobar tersebut agar tak mengambil bagian dalam kekuasaan, meski itu merupakan pilihan rakyat.
Selain itu, menurut Fahri Hamzah, langkah Gibran yang ingin ambil bagian dalam kekuasaan dinilai bisa membebani reputasi Jokowi sebagai ayahnya.
"Kalau saya boleh kasih masukan ke Gibran, jangan ambil bagian dalam kekuasaan meskipun itu pilihan rakyat, itu membebani reputasi babenya," cuit Fahri Hamzah melalui akun jejaring sosial Twitter, @Fahrihamzah, Selasa (8/10/2019).
Fahri Hamzah pun melanjutkan kicauannya, "Jangan mau diolok-olok oleh penjilat yang akhirnya merusak susu sebelanga, mendingan susu dibikin martabak saja, eman-eman."
Sekadar informasi, Gibran memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Dia memiliki Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), tempat sang ayah bernaung, sebagai kendaraan politiknya.
Diharapkan, langkah pendaftaran menjadi kader PDIP tersebut menjadi jalan baginya untuk maju pada Pemilihan Wali Kota Solo 2020 mendatang.
Sayang, DPC PDIP memastikan hanya ada dua nama yang diusung untuk maju dalam Pilkada Solo 2020, yakni Achmad Purnomo dan juga Teguh Prakosa. Dua nama itulah yang kemudian dibawa untuk disampaikan ke DPP PDIP.
Gibran mengaku terjun ke dunia politik tidak ada hubungannya dengan sang ayah, Jokowi. Dia telah menyerahkan sejumlah usaha yang dirintis ke adiknya, Kaesang Pangarep.
Baca Juga: Gibran Berubah Pikiran hingga Ikut Parpol, Rachel Maryam: Dulu Juga Ayahnya
"Ya yang namanya bisnis kan bisa dijalankan orang lain, sekarang Kaesang sudah lulus, sudah bisa saya delegasikan ke Kaesang, minggu depan dia lulus," ujar Gibran ditemui dalam Jakarta Culinary Feastival di Jakarta, Minggu (7/10/2019) kemarin.
Gibran belum mau mengungkapkan alasannya beralih dari usaha kuliner ke dunia politik. Ayah Jan ethes ini juga mengaku tidak berdiskusi dengan sang ayah.
"Tidak ada hubungannya sama Bapak (Jokowi)," ujar Gibran.
Berita Terkait
-
Gibran Berubah Pikiran hingga Ikut Parpol, Rachel Maryam: Dulu Juga Ayahnya
-
Gibran Maju Pilkada, Jubir Prabowo Komentar dan Unggah Buku Dinasti Rente
-
Kaesang Calon Bos Markobar, Warganet: Di Atas Kaesang Masih Ada Jan Ethes
-
Gibran Fokus Jadi Politikus, Kaesang ke Markobar 1996: Saya Calon Bos Anda
-
Fahri Hamzah: Orang Dikenal Bersih Terciduk, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat
-
Imbauan Hemat LPG dari Menteri ESDM Tuai Respons Pedagang: Kalau Diirit Bisa Kacau Jualannya!
-
DPR Ingatkan RI Jaga Politik Bebas Aktif di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz
-
Kecelakaan di Jatim Melonjak 78 Persen Saat Lebaran, Kapolda: Seimbang dengan Pergerakan Arus
-
Indonesia Siapkan Draft Element Paper untuk Perbaiki Tata Kelola Royalti Digital Global
-
Uni Emirat Arab: Amerika Harus Tuntaskan Iran, Tak Boleh Gencatan Senjata
-
Tergiur Penggandaan Black Dollar, WNA Korea Tertipu Duo Liberia di Jakarta
-
1.251 Dapur MBG Kena Sanksi, DPR Desak Pengawasan dan Sertifikasi Diperketat
-
Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya
-
Transformasi Pengelolaan Kendaraan Operasional: Dari Beli ke Sewa