Suara.com - Relawan Jokowi sekaligus pegiat media sosial, Ninoy Karundeng, mengaku ada seorang yang disebut 'habib' ingin membunuhnya dengan sebilah kapak.
Hal itu disampaikan Ninoy saat berada di Gedung Resmob Polda Metro Jaya, kemarin.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin meminta Ninoy untuk menjelaskan sosok 'habib' mana yang dimaksud.
"Nah Ninoy harus jelas siapa yang dimaksud dengan Habib harus jelas ," ujar Novel kepada Suara.com, Selasa (8/10/2019).
Jika nantinya pernyataan Ninoy tidak terbukti atau mengada-ngada, maka Novel akan melaporkan Ninoy ke polisi. Sebab, atas pernyataan Ninoy, Novel merasa dirugikan.
"Karena kalau yang dimaksud habib itu fiktif atau mengada-ngada maka saya akan laporkan balik," katanya.
"Karena ada media telah jelas menyebut nama saya dan jelas merugikan nama baik saya yang juga sebagai penegak hukum atau pengacara. Itu sangat mengancam reputasi saya di mata masyarakat," imbuh Novel.
Sebelumnya, Ninoy Karundeng mengaku diculik dan disiksa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin 30 September 2019.
Sosok yang dipanggil 'habib' tersebut memberikan ancaman bakal membunuh Ninoy dengan sebilah kapak. Kepalanya diancam bakal dibelah oleh 'habib' menggunakan kapak tersebut.
Baca Juga: Diperiksa Kasus Penculikan Relawan Jokowi, Novel Bamukmin: Insyallah Hadir
"Ada seorang yang dipanggil habib itu memberi ultimatum kepada saya bahwa waktu saya pendek karena akan dibelah kepala saya," kata Ninoy di Gedung Resmob Polda Metro Jaya, Senin (7/10/2019).
Menurutnya, 'habib' itu menanyakan keberadaan ambulans pada massa yang menganiaya Ninoy. Ninoy bakal dieksekusi sebelum subuh dan mayatnya akan dibuang ke lokasi kerusuhan.
"Habib ini terakhir menanyakan juga apakah sudah datang ambulans, dan dijawab ambulansnya belum datang. Maka, disuruh menunggu sampai menjelang waktu yang dikatakan sebelum subuh saya harus dieksekusi dan mayat saya nanti diangkut untuk dibuang ke arah kerusuhan," jelasnya.
Akhirnya, Ninoy dipulangkan oleh massa lantaran ambulans tak kunjung datang. Massa yang mengaku sebagai petugas medis akhirnya memesan jasa GoBox untuk memulangkan Ninoy beserta sepeda motor yang telah dirusak oleh massa.
Berita Terkait
-
Rekam dan Sebar Video Relawan Jokowi Dianiaya, 3 Wanita Ikut Jadi Tersangka
-
Intimidasi Relawan Jokowi, Pentolan PA 212 Bernard Abdul Jabbar Ditahan
-
Munarman Disebut Minta Hapus Rekaman CCTV, Ini Kata Dewan Masjid Al Falah
-
Ninoy Relawan Jokowi Ngaku Dianiaya di Masjid, Ustaz: Justru Kami Amankan
-
Besok, Giliran Munarman FPI Diperiksa Kasus Penganiayaan Relawan Jokowi
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Indonesia Disebut Jadi Tempat Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Begini Analisis Pakar UGM
-
Terjaring OTT Proyek Daerah, Kasus Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Segera Disidang
-
Israel Porak-poranda Dibom Iran, Tunggu Waktu Kehancuran Zionis
-
Bias AI Matikan Karier Perempuan: Diam-diam Robot Hilangkan Wanita Profesional
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Sudah Terjual 60 Persen di KAI Daop 1, Cek Sisa Kursi Sebelum Kehabisan!
-
BPJS Kesehatan: Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026
-
Nggak Mau Dianggap Ambil Uang Rakyat, Ahmad Sahroni Pilih Donasikan Gaji DPR ke Kitabisa
-
Mengenal Pertahanan Mosaik: Taktik Perang Iran yang Bikin AS dan Israel Boncos
-
Stok Minyak Indonesia Hanya 21 Hari, Pakar Ungkap Fakta di Balik Cadangan Energi Nasional
-
Pemerintah Revitalisasi 72 Sekolah Terdampak Bencana di Pidie Jaya: Habis Anggaran Rp 86,7 Miliar