Polda Metro Jaya saat merilis kasus perjudian mewah di Apartemen Robinson, Jakarta Utara. (Suara.com/Arga).

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak ingin agar kejadian apartemen Robinson kawasan Penjagalan, Jakarta Utara, yang disulap jadi pusat perjudian ala kasino terulang kembali. Karema itu pihak Pemprov membentuk tim khusus.

Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, mengatakan tim tersebut dibentuk untuk menangani permasalahan pada apartemen di Jakarta. Tim itu nantinya disebar ke lima wilayah di Jakarta.

"Di wilayah ada tim penyelesaian permasalahan apartemen. Di sana diharapkan teman wilayah lebih bisa memonitor apartemen di wilayah masing-masing," ujar Kelik di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019).

Terkait dengan masalah apartemen robinson, Kelik belum menentukan sanksi bagi pengelola apartemen, PT Putra Mas Simpati. Namun ia menganggap ada pelanggaran berupa penyalahguanaan ruangan.

"Itu belum (pemberian sanksi) di kami," jelasnya.

Polda Metro Jaya saat merilis kasus perjudian mewah di Apartemen Robinson, Jakarta Utara. (Suara.com/Arya Manggala).

Sebelumnya, Gelanggang perjudian mewah di lantai 29 Apartemen Robinson yang berlokasi di kawasan Penjagalan, Jakarta Utara terbongkar. Sebanyak 133 orang yang tergabung dalam klub RBS29 dicokok polisi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebut, ajang perjudian ini terbongkar seusai polisi menerima laporan warga. Padahal, arena judi bak seperti di Las Vegas itu baru beroperasi selama tiga hari terhitung sejak Jumat (4/10/2019).

"Info ini kita tindak lanjuti. Kemarin Minggu 6 Oktober jam 18.30, tim Jatanras naik ke lantai ini terus dilakukan penggerebekan. Kemudian pada saat anggota datang pemain sedang main, karyawan sedang kegiatan di tempat masing-masing," kata Argo di lokasi, Selasa (8/10/2019).

Polda Metro Jaya saat merilis kasus perjudian mewah di Apartemen Robinson, Jakarta Utara. (Suara.com/Arga).