Suara.com - Airlangga Hartarto menjadi salah satu tokoh yang dipanggil Presiden Joko Widodo untuk mengisi jajaran di kabinet Jokowi jilid II. Pengamat Ekonomi Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai peluang Airlangga menduduki kursi Menko Perekonomian patut dipertimbangan.
Penilaian Enny atas sosok Airlangga karena mantan Menteri Perindustrian tersebut juga mengemban sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Sehingga yang muncul dalam pemikirannya ialah adanya sarat kepentingan politik.
"Menko itu kan harus benar-benar bebas dari segala kepentingan, termasuk menghilangkan PR, utamanya adalah menghilangkan ego sektoral," kata Enny dalam diskusi bertajuk 'Mencermati Kabinet Jokowi Jilid II' di kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019).
Menurut dia, apabila akhirnya mendapatkan kursi Menko Perekonomian, Airlangga seharusnya bisa menghilangkan conflict of interest karena jabatannya yang lebih strategis karena membawahi beberapa kementerian. Agar conflict of interest itu hilang, sebaiknya Airlangga bisa mundur dari jabatannya sebagai Ketum Golkar.
"Kalau mereka sudah menjadi pejabat publik apalagi di bawah presiden mestinya segala latar belakang apakah mereka politik, pengusaha atau profesional sama saja. Paling utama seluruh atribut jabatan mereka ditinggalkan," katanya.
Namun di sisi lain, Enny juga sempat mengomentari peluang Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengisi kursi Kemenko Perekonomian. Menurutnya, Sri lebih baik tetap menjadi Menkeu lantaran kinerjanya selama periode 2014-2019 yang terbilang baik, salah satunya ialah kebijakan tax amnesty.
Berita Terkait
-
Kelakar PAN soal Prabowo jadi Menteri: Nanti Rapat di DPR Kami Salah Sebut
-
Siti dan Sri Mulyani Bertahan di Kabinet Jokowi, Ini Total Kekayaan Mereka
-
Syahrul Yasin Limpo Diminta Jokowi Urus Pertanian, Ini Profilnya
-
Relawan Jokowi Minta Presiden Tak Pilih Menteri yang Bawa Misi Pribadi
-
Biasa Kritik Kini Sanjung Jokowi, Rachel Maryam Bikin Syok Warganet
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka