Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh
Rabu, 23 Oktober 2019 | 00:39 WIB
Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin memperkenalkan Fadjroel Rahman sebagai Juru Bicara Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan. [Foto Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan secara khusus tujuh orang untuk membantunya selama proses pembentukan kabinet baru.

Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan tujuh orang yang ditunjuk Presiden Jokowi yakni Pratikno, Pramono Anung, Retno P Marsudi, Moeldoko, Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit dan Alexander Lay.

"Ini kan Presiden sedang menyusun kabinet. Dalam penyusunan kabinet itu Presiden menunjuk beberapa orang dalam membantu tugasnya sehari-hari, yaitu Pak Pratikno, Pak Pramono Anung, Bu Retno Marsudi, Bapak Moeldoko, Pak Ari Dwipayana, Pak Sukardi Rinakit, dan Pak Alexander Lay," ujar Bey di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Bey menuturkan, ketujuh orang tersebut mendapat tugas khusus untuk membantu Jokowi selama belum ada kabinet terbentuk. Kata dia, tidak ada kriteria atau penamaan khusus untuk ketujuh orang tersebut.

"Tidak, tidak. Hanya membantu presiden. Jadi presiden berhak memberikan tugas kepada mereka bertujuh itu, termasuk Bu Retno yang saat ini sedang bertugas mendampingi bapak wapres ke Jepang," ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Bey juga memperkenalkan Fadjroel Rachman sebagai staf khusus presiden bidang Komunikasi, sekaligus sebagai Juru Bicara Presiden.

Penunjukkan Fadjroel didasarkan pada Surat Keputusan Presiden per tanggal 21 Oktober 2019.

"Akhirnya 21 Oktober 2019, saya tahu juga penugasan khusus yang diberikan oleh Presiden kemarin dengan berdasarkan surat keputusan Presiden yang ditandatangani langsung oleh Pak Jokowi, yaitu sebagai Staf Khusus Presiden di bidang Komunikasi dengan pembidangan sebagai Juru Bicara Presiden," ucap Fadjroel.

Untuk diketahui, Fadjroel merupakan salah satu figur yang turut dipanggil untuk bertemu Presiden Jokowi di Istana, kemarin. Fadjroel mengaku siap untuk bekerja melayani rakyat.

"Karena Pemerintahan Pak Jokowi ini kan ingin melayani rakyat, dan saya sebagai juru bicara juga dimintakan untuk melayani juga. Mudah-mudahan anda bisa menghubungi saya setiap saat, mudah-mudahan saya bisa membantu," katanya.