Suara.com - Pelarangan pemaikan jilbab oleh dua siswi di Malawi, Afrika Timur hingga berujung bentrok antarumat agama, mendapat perhatian serius dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sebelumnya, Gereja Anglikan yang mengelola Sekolah Dasar M'manga di selatan Kota Balaka, melarang para siswi menggunakan penutup kepala di dalam kelas karena dianggap melanggar seragam yang telah disepakati.
Dilaporkan media lokal The Daily Times, orang-orang gereja mengambil jilbab dua siswi saat keduanya berangkat ke sekolah, Senin (5/11/2019)
Buntut dari tindakan tersebut, terjadi perselisihan yang melibatkan warga Muslim dan Kristen.
Mereka saling menyerang hingga merusak sekolah, toko-toko dan rumah milik pastor M'manga. Setidaknya ada dua orang terluka parah dalam betrokan yang terjadi.
Menanggapi insiden tersebut, Koordinator PBB di Malawi, Maria Jose Torres menyerukan kepada warga akan pentingnya toleransi.
Populasi Malawi nyatanya didominasi oleh 18 juta orang Kristen. Namun pemerintah setempat menjamin kebebasan berekspresi dan beragama penduduknya.
Torres meminta warga untuk menghormati kepercayaan satu sama lain dan melakukan dialog untuk menyelesaikan perbedaan.
Ia mengatakan, "Hak atas kebebasan berekspresi dan beragama adalah hak dasar yang menjamin martabat manusia dan demokrasi fungsional".
Baca Juga: Warga Protes Atap JPO Sudirman Dicopot Anies: Selfie Panas-panas Begini?
Pun soal larangan memakai jilbab di sekolah dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM) dan bertentangan dengan standar pendidikan internasional.
Selain itu, tindakan tersebut justru membuat anak perempuan terancam.
"Tindakan semacam itu membuat anak perempuan enggan bersekolah, menyangkal mereka memiliki hak untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat," kata Torres, seperti dikutip dari ABC.
Untuk menghindari insiden serupa, Torres pun mendesak pihak berwenang untuk memastikan para warganya bisa menjalankan keyakinan dengan baik tanpa diskriminasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus