Suara.com - Sebagai bagian dari upaya mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan yang bersih sejak dini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan pendampingan kepada siswa-siswi sekolah dari tingkat dasar hingga menengah atas. Mereka diberikan berbagai pengetahuan tentang tata mengelola sampah hingga pengembangan bank sampah, sehingga bisa menghasilkan hal yang positif.
Salah satu upaya pendampingan dilakukan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu. Para siswa di Pulau Lancang diberikan informasi-informasi soal sampah dan pengelolaan bank sampah.
Kawasan ini sebenarnya sudah memiliki tiga bank sampah, yaitu bank sampah yang dikelola warga, Bank Sampah SD Negeri 02 Pulau Lancang, dan Bank Sampah SMP Negeri 288 Pulau Lancang.
Pemprov DKI menargetkan di masa mendatang, semua sekolah di kawasan ini memiliki bank sampahnya sendiri. Hal tersebut diungkapkan Staf Teknis Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Riza Lestari Ningsih. "Tujuannya agar bank sampah di Pulau Lancang bisa lebih banyak lagi dan sampah-sampah yang ada dapat dikelola sejak dari sumbernya," ujarnya.
Di Jakarta Barat, Pemprov DKI juga memberikan sosialisasi pengelolaan sampah kepada ratusan siswa SDN 16 Duri Kepa, Kebon Jeruk.
"Kurang lebih ada 100 siswa, mulai dari kelas 4 sampai 6 SD diajarkan tentang cara mengelola sampah," ujar Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Kebon Jeruk, Zukli Novadwiyanto.
Selain memberi pengetahuan tentang lingkungan kepada murid, sosialisasi ini juga bertujuan untuk memberikan motivasi mengurangi volume sampah plastik. Penggunaan kantung belanja ramah lingkungan pun kembali digerakkan.
Terkait hal ini, Zukli menambahkan, pihaknya juga menyosialisasikan penggunaan tumbler, tempat makan dan sedotan ramah lingkungan. "Dari sosialisasi ini, kita ingin siswa, guru, orang tua murid semakin bijak dalam pengelolaan sampah," tandasnya.
Sosialisasi tentang lingkungan, sebenarnya telah dilakukan Pemprov DKI sejak 2018.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara juga telah meluncurkan gerakan menabung sampah di sekolah, pada akhir tahun lalu. Hingga kini tercatat ada 202 sekolah yang sudah memiliki bank sampah aktif, mulai dari tingkat SD hingga SLTA.
Baca Juga: Komitmen Pemprov DKI Dalam Menjaga Sejarah, Seni, dan Budaya
"Seluruh bank sampah itu aktif. Mereka ada yang jual ke sudin kecamatan dan ada pula yang langsung ke pengepul,” kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakut, Slamet Riyadi, saat menjelaskan kemana saja sampah tersebut dijual.
Berdasarkan data yang sampai ke tangannya, dari total 202 sekolah tersebut, sebanyak 168 diantaranya merupakan sekolah negeri dan sisanya, 34 sekolah swasta.
Walaupun volume sampah yang dihasilkan oleh masing-masing sekolah tidak terlalu besar, namun Slamet menyatakan, pihaknya lebih melihat aspek penyadaran pengelolaan sampah sejak dini di sekolah. Hal ini justru merupakan tujuan utama.
Berita Terkait
-
Habiskan Rp 197 Miliar, Pemprov Bangun Saringan Sampah 3 Lapis di Ciliwung
-
Komitmen Pemprov DKI Dalam Menjaga Sejarah, Seni, dan Budaya
-
Save the Children Nyatakan Jakarta sebagai Kota Layak Anak
-
Pengguna Angkutan Umum Naik Drastis, Jakarta Peroleh Honorable Mention
-
Terima 4 Penghargaan Ketenagakerjaan, Pemprov DKI Lanjutkan Terobosan
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!