Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun saringan sampah tiga lapis di kali Ciliwung. Untuk program ini, dana yang digelontorkan mencapai Rp 197 Miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hiduo (LH) Andono Warih mengatakan saringan ini nantina akan menahan sampah-sampah besar di bagian hulu. Menurutnya, sampah besar yang datang seperti kayu dan bambu itu kerap menjadi masalah yang berujung pada banjir di sejumlah titik di Jakarta.
"Ketika hujan hanya 4 jam ya, di hulu siaga 3 atau 2 selama 4 jam-an gitu sudah langsung dihilir. Kami itu butuh ratusan truk mengangkat sampah-sampah itu," ujar Andono di gedung DPRD DKI, Senin (11/11/2019).
Anggaran untuk program itu juga telah disetujui oleh DPRD DKI Jakarta. Andono menjelaskan, saringan sampah tiga lapis itu memiliki fungsi yang berbeda-beda, salah satunya untuk mengarahkan sampah agar tidak sampai ke hilir.
"Pertama mengarahkan. Bayangin ini kalau kami arah sungai kan kalau enggak diarahkan akan begini," jelasnya.
Tiap lapis saringan nantinya akan memiki lebar yang berbeda-beda. Saringan pertama dibuat lebih lebar agar hanya menahan sampah yang besar, setelah sampah lainnya lolos dari saringan pertama, maka akan ada saringan selanjutnya yang lebih kecil.
"Saringan utama, saringan itu menangkap yang ukuran besar. Ini tentu screennya itu lebih jarang-jarang agar sampah yang tertahan ukuran besar. Ketika di fase pertama ada lolos akan ada saringan berikutnya," tuturnya.
Menurutnya, desain untuk fasilitas ini sudah selesai dan dikerjakan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk pelaksanaannya.
"Kami perlu konfirmasi dengan BBWSCC. Anggarannya Rp 197 miliar. Nanti (dibangun) di hulunya ciliwung," pungkasnya.
Baca Juga: Bendungan Katulampa Siaga III, Warga di Kali Ciliwung Santai
Berita Terkait
-
Komitmen Pemprov DKI Dalam Menjaga Sejarah, Seni, dan Budaya
-
Sandiaga Soal Anggaran Janggal DKI: Harusnya Jadi Diskursus yang Mendidik
-
Sisir Pengajuan KUA-PPAS Disdik DKI, PDIP Temukan Anggaran Janggal Rp 2,4 T
-
Revitalisasi Monas Tahun Depan, Pemprov Siapkan Anggaran Rp 114 Miliar
-
Save the Children Nyatakan Jakarta sebagai Kota Layak Anak
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas