Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Senin, 11 November 2019 | 18:41 WIB
Gubernur Anies Baswedan. [Diskominfotik DKI Jakarta]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah pernyataan DPRD DKI soal anggapan lebih serius membangun trotoar daripada menangani masalah banjir di Jakarta.

Anies mengklaim tak memilih-milih alias menjalankan semua program. Bahkan dia menganggap yang apa yang sudah dikerjakan soal penanganan banjir tidak terpublikasi. Ia mengklaim sudah mengerjakan berbagai proyek untuk mengantisipasi banjir tahunan itu.

"Kalau dikerjakan sih semuanya dikerjakan. Tidak semua yang kami kerjakan itu terberitakan, tapi kami siapkan semuanya," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Salah satu program yang dikerjakan, kata Anies adalah pengerukan Waduk Pluit. Ia mengklaim selain kegiatan yang berlangsung pagi tadi itu, banyak program penanganan banjir lain yang terus dikerjakan.

"Jadi pengerukan-pengerukan jalan terus di waduk-waduk kita dan sungai-sungai. Semuanya kami lakukan," jelas Anies.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta mempertanyakan keseriusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam menuntaskan masalah banjir di Jakarta. Pasalnya, anggaran untuk penanganan banjir dinilai jauh lebih sedikit dibandingkan untuk pembangunan trotoar.

Hal itu diungkap oleh Ketua Komisi D DPRD DKI, Ida Mahmuda. Menurut Ida, anggaran Dinas Bina Marga untuk trotoar saja mencapai Rp 1,3 triliun. Nilai tersebut mencapai 30 persen dari total anggaran Dinas Bina Marga DKI.

"Jadi trotoar ini, sekali lagi, untuk dinas itu di Rp 1,2 triliun. Belum Sudin (Suku Dinas), nanti kita tanya Sudin berapa. Ini anggaran yang memang lumayan banyak. Sedangkan di dinas itu (Bina Marga) anggaran totalnya hanya Rp 3 triliun sekian," ujar Ida di gedung DPRD DKI.