Suara.com - Aksi pencurian uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri dengan modus skimming kembali terjadi. Insiden tersebut terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta pada bulan Oktober hingga November 2019.
Pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan salah satu bank terkait keluhan nasabah yang selalu kekurangan uang. Sebanyak 17 nasabah lantas melayangkan komplain ke bank tersebut.
"Berawal dari laporan bank melaporkan ada 17 nasabah komplain. 17 nasabah komplain ke bank bahwa dia tidak bertransaksi kenapa, saya ditagih," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (11/11/2019).
Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya meringkus dua tersangka, yakni Solomes dan Kristea. Keduanya merupakan warga negara Rumania.
Penangkapan dilakukan saat keduanya hendak beraksi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada 9 November 2019. Setiap beraksi, keduanya kerap memasang alat seperti spycam dan deep skimmer pada mesin ATM.
Dua alat tersebut berguna untuk merekam kata sandi di mesin ATM. Dari situ, keduanya tanpa basa-basi menguras uang di rekening korbannya.
"Ini namanya deep skimmer dan spycam. Kemudian pelaku itu setelah kami tangkap dan periksa memang benar dia sudah lakukan beberapa lokasi di Jakarta, mengambil data caranya ada ATM kemudian alat ini dipasang di mulut ATM dan saat kartu masuk itu terekam," sambungnya.
Argo menyebut, alat yang dipasang oleh kedua tersangka bentuknya kecil sehingga tersangka terlihat oleh korban. Bahkan, alat kecil itu mampu merekam jari korban yang sedang mengetik kata sandi.
"Ya biasa nasabah tetap ngambil uang biasa tapi nggak sadar ini ada kamera namanya spycam itu, kecil sekali ini bisa lihat tangan tekan password atau pin," papar Argo.
Baca Juga: Kasus Skimming, Kerabat Prabowo Masih Rahasiakan Sosok Pemberi Mesin ATM
Argo menjelaskan, keduanya kerap menyasar ATM di kawasan Kalimalang, Otista, Cideng dan Tomang. Selama beraksi, keduanya mampu meraup ratusan juta.
Tercatat, Solomes dan Kristea telah tinggal di Indonesia selama satu setengah bulan. Dalam jangka waktu tersebut, mereka menggunakan visa liburan untuk tetap berada di Indonesia.
"Jadi ada transaksi yang sudah dia (tersangka) kumpulkan sebesar Rp 137 juta di rekening penampungan di situ," jelasnya.
Seusai diringkus, keduanya lantas diminta petugas menunjukkan mesin ATM mana saja yang telah disasar. Namun, Solomes melakukan perlawanan dan telah tewas akibat timah panas polisi.
"Pelaku 2 orang ini Solomes dan Kristea kita keler untuk tunjukkan berapa lokasi yang dipasangi skimmer ini. Pada saat di jalan tersangka Solomes sempat merebut senjata. Kami tindak tegas terukur kami bawa ke RS Fatmawati dan meninggal dunia," pungkas Argo.
Atas perbuatannya, tersangka kena Pasal pencurian, pencucian uang 363 KUHP, Pasal 263 KUHP dan Pasal ITE tentang pencucian uang. Tersangka terancam hukuman 20 tahun penjara.
Kekinian, polisi masih mendalami kasus pencurian dengan modus skimming. Dalam hal ini, Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan kedutaan Romania di Indonesia untuk mengusut kasus tersebut.
Berita Terkait
-
Dendam Kesumat karena Sering Dibully, Detik-detik Rieke Dibunuh Tetangga
-
Mayat Tertutup Karpet, Rieke Dibunuh Tetangganya karena Doyan Nge-bully
-
Polisi Mangkir, Sidang Praperadilan Aktivis Papua Surya Anta Cs Ditunda
-
Novel Baswedan Berstatus Korban, Polisi Tak Bisa Usut Laporan Dewi Tanjung
-
3 Tahun Jabat Kabid Humas Polda, Argo Yuwono Diangkat jadi Karopenmas Polri
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu