Suara.com - Pembahasan anggaran untuk Tim Gubernur untuk anggaran Percepatan Pembangunan (TGUPP) di tingkat Komisi A bidang Pemerintahan telah rampung. Hasilnya, biaya untuk tim Gubernur Anies ini akan dipangkas habis alias dinolkan.
Anggota Komisi A DPRD DKI Gembong Warsono mengatakan putusan itu masih berupa rekomendasi. Nantinya, usulan itu akan menjadi bagian pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2020 di Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI.
"Tadi sudah diputusin di Komisi A. Sudah ketok palu, jadi tinggal pembahasan di banggar," ujar Gembong saat dihubungi pada Senin (11/11/2019).
Nantinya anggaran untuk TGUPP, kata Gembong, tak ada lagi di anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Biayanya seluruhnya akan menggunakan dana operasional gubenur.
"Alokasi anggaran di Bappeda dinolkan. Rekomendasinya itu dipersilahkan menggunakan alokasi anggaran dana operasional gubernur," tuturnya.
Karena masih rekomendasi, nantinya usulan ini bisa saja berubah saat pembahasan di Banggar, tergantung kemauan fraksi lain. Namun ia meyakini rekomendasi itu akan diterima di Banggar.
"Ya bisa saja perdebatan di banggar, tetapi rekomendasi hasil pembahasan di komisi a mengenolkan itu. Jadi prinsipnya dialokasikan ke dana operasional Gubernur," pungkasnya.
Anggaran TGUPP sendiri sudah menjadi polemik belakangan ini karena jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya. Sejak pada awal pembentukannya, TGUPP hanya memiliki anggaran Rp 1 miliar.
Namun jumlah meningkat pada 2019 menjadi Rp 18,99 miliar dan akan meningkat pada 2020 menjadi Rp 26,5 miliar. Hingga akhirnya anggaran yang diusulkan berubah lagi menjadi Rp 19.879.425.000.
Baca Juga: Minta TGUPP Bantu Masalah Anggaran, Ketua DPRD: Jangan Cuma Nakutin SKPD
Tag
Berita Terkait
-
Anies Tak Prioritaskan soal Banjir, DPRD Curigai Besarnya Anggaran Trotoar
-
Pimpinan DPRD Beda Pandangan Soal Draf KUA-PPAS yang Diterima Dari Anies
-
Minta TGUPP Bantu Masalah Anggaran, Ketua DPRD: Jangan Cuma Nakutin SKPD
-
Politikus Gerindra: Kadis Takut Banget dengan TGUPP Anies, Kenapa Ya?
-
Tolak Anggaran TGUPP Dinaikkan, PDIP Berencana Minta DKI Drop di Tahun 2020
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal