Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin sempat membicarakan masalah penyelesaian konflik Myanmar ketika bertemu dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Uni Myamnar untuk Indonesia Ei Ei Khin Aye.
Dalam pertemuan itu, Ma'ruf menyebut kalau Indonesia justru ingin melihat ada progres selangkah lebih maju soal wacana repatriasi etnis Rohingya.
Ma'ruf mengatakan, bahwa Indonesia selalu memberikan dukungan kepada Myanmar untuk menemukan solusi bagi konflik Rakhine State. Indonesia ingin melihat perkembangan terbaru dari wacana repatriasi untuk etnis Rohingnya secara sukarela, aman dan bermartabat.
"Ibu Duta Besar pasti paham bahwa Indonesia ingin terus berkontribusi terhadap penyelesaian masalah ini," kata Ma'ruf dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).
Berbicara soal kontribusi, Ma'ruf mengatakan kalau Indonesia selalu memakai pendekatan konstruktif. Caranya pun berbeda dengan negara lain yang malah membuahkan hasil.
Lebih lanjut, Ma'ruf juga berharap kalau rumah sakit yang dibangun di Rakhine State bisa lekas rampung. Rumah sakit yang disumbang oleh Indonesia itu dibangun pada 2017 lalu.
Tak lupa, Ma'ruf menutup perbincangan dengan mendoakan agar Pemilu Myanmar berjalan dengan lancar. Di mana pemilu itu akan berlangsung pada 2020 nanti.
"Saya juga mendoakan pemilu Myanmar tahun 2020 dapat berlangsung damai dan sukses," kata Ma'ruf.
Baca Juga: Gambia Seret Myanmar ke Mahkamah Internasional, Terkait Genosida Rohingya
Berita Terkait
-
Pemerintah Myanmar Jamin Keamanan Repatriasi Etnis Rohingnya, Tapi...
-
Ma'ruf Minta Pemerintah Myanmar Beri Perhatian Khusus ke Perusahaan RI
-
Gambia Seret Myanmar ke Mahkamah Internasional, Terkait Genosida Rohingya
-
Potret Para Penempa Daun Emas di Mandalay Myanmar
-
Mandalay dan Alasan Emas Begitu Melimpah di Myanmar
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?
-
Noel Ngaku Dilarang Ungkap Partai K: Benernya Lidah Gue Mau Ngomongin Hari Ini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar
-
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
-
Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya