Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari
Jum'at, 22 November 2019 | 12:01 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai pengangkatan tujuh staf khusus kepresidenan tidak menyurutkan semangat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkomitmen merampingkan birokrasi. Dengan jumlah stafsus anyar tersebut dinilainya cukup membantu Jokowi menjalankan tugasnya.

Dasco melihat pengangkatan stafsus yang dilakukan Jokowi itu sudah sesuai dengan kebutuhan. Lagipula selagi tidak ada aturan yang mengatur soal jumlah stafsus, menurut Dasco, sah-sah saja Jokowi menambah jumlah stafsus.

"Sepanjang aturannya memungkinkan, saya pikir tidak masalah," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jumat (22/11/2019).

Dasco juga menilai kalau para stafsus baru yang berasal dari kalangan milenial itu lebih baik tidak bekerja di kantor dalam hal ini di Istana. Justru, ia menganggap kalau stafsus baru tersebut harus sering-sering turun ke lapangan sehingga lebih efektif menjalankan tugasnya masing-masing.

Kemudian pimpinan DPR RI dari Fraksi Gerindra tersebut juga melihat tidak ada masalah apabila Jokowi menambah stafsusnya di samping ada semangat reformasi birokrasi. Lantaran, semangat reformasi birokrasi itu hanya berlaku untuk jajaran aparatur sipil negara (ASN).

"Semangat (reformasi) birokrasi kan itu untuk tatanan di departemen dan ASN. Tapi saya pikir pak presiden diperlukan memang tim yang kuat untuk membantu beliau dalam rangka mewujudkan Indonesia maju," tandasnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengangkat tujuh anak muda untuk menjadi staf khusus. Mereka akan bekerja langsung di bawah Jokowi untuk memberikan ide dan terobosan.

Pengumuman itu dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/11/2019) sore.

"Saya ingin kenalkan stafsus presiden yang baru. Tugas khusus mengembangkan inovasi di berbagai bidang," kata Jokowi.

Ini daftarnya:

  1. Putri Tanjung - CEO dan Founder Creativepreneur
  2. Adamas Belva Syah Devara - Pendiri Ruang Guru
  3. Ayu Kartika Dewi - Perumus Gerakan Sabang Merauke
  4. Angkie Yudistia - Pendiri Thisable Enterprise (Kader PKPI, difabel tuna rungu)
  5. Billy Mambrasar - Direktur PT Papua Muda Inspiratif
  6. Aminuddin Maruf - Aktivis Kepemudaan , mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII)
  7. Andi Taufan Garuda Putra - CEO PT Amartha Mikro Fintech

Read more...