Suara.com - Wakil Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Era Purnamasari menyebut salah satu saksi meringankan dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap aparat TNI dan Polisi Jambi oleh anggota Serikat Mandiri Batanghari (SMB) Jambi diculik saat hendak memberikan keterangan dalam persidangan.
Peristiwa penculikan terhadap saksi bernama Domiri itu terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Jambi pada Senin (25/11/2019) sore.
"Persidangan akan segera memasuki agenda pemeriksaan saksi yang meringankan dan Domiri salah seorang yang akan bersaksi di pengadilan. Sore ini sekitar pukul 15.00 WIB, ia dibawa dengan mobil oleh sejumlah laki-laki berpakaian bebas. Ia diduga diculik," kata Era lewat keterengan resmi yang diterima Suara.com pada Senin (25/11/2019).
Era menuturkan sebelum peristiwa itu terjadi, Domiri tengah duduk di kursi di luar ruang sidang menunggu waktu untuk memberikan keterangan saksi dalam persidangan. Domiri tidak berada di dalam ruang sidang lantaran secara hukum saksi memang dilarang mendengarkan keterangan saksi yang lain.
"Sekitar pukul 15.00 WIB, (Domiri) duduk-duduk di kursi panjang depan ruang sidang. Saat itu mulai berdatangan beberapa laki-laki berpakaian bebas. Sebelah kanan duduk laki-laki berbaju hitam, sebelah kiri Domiri duduk laki-laki berkaos putih. Di depannya sekitar 10 orang berdiri," tuturnya.
Era mengatakan istri Domiri pun ketika itu sempat menghambat suaminya itu untuk meminjam mancis. Namun, Domiri ketika itu mengatakan tidak memiliki mancis.
"Istrinya kemudian berjalan ke parkiran untuk makan roti. Belum sempat roti dimakan ia melihat Domiri dibawa oleh laki-laki berbaju hitam ke dalam mobil, di dalamnya telah menunggu beberapa orang," ujar Era.
Menerima informasi itu, Era mengatakan YLBHI pun langsung menemui pihak keamanan PN Jambi untuk meminta rekaman CCTV. Hanya, pihak setempat justru mengatakan kalau CCTV di lokasi mati.
"Pihak pengadilan mengatakan bahwa CCTV mati karena listrik mati lampu dihidupkan dengan genset. Tetapi dia memastikan bahwa Domiri dibawa ke Polda," ucapnya.
Baca Juga: Balik Balas YLBHI soal Dewas KPK, Fadjroel: Pemerintah Memang Politis
Era pun mengungkapkan pihaknya tidak pernah menerima surat panggilan untuk Domiri. Sehingga, peristiwa itupun diduga kuat sebagai bentuk penculikan.
"YLBHI saat ini bersama keluarga sedang membuat laporan tindak pidana penculikan di Polda Jambi. Kuat dugaan ini adalah ancaman terhadap saksi SMB atau orang-orang SMB sehingga mereka tidak akan berani memberikan keterangan di pengadilan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno