Suara.com - Wujud toleransi antara umat beragama terjadi saat persiapan menyambut hari Natal. Umat muslim ikut berperan dalam penyiapan dekorasi Natal di Gereja Santo Yoseph, Matraman, Jakarta Timur.
Sekretaris DPH Gereja Santo Yoseph, Rizal Rosano mengatakan, bantuan tersebut didapatkan dalam wujud bantuan bahan untuk dekorasi Natal. Di gereja tersebut, diorama tempat kelahiran Yesus dibuat menggunakan bahan bekas.
Rizal menceritakan, tim dekorasi gereja mengumpulkan barang-barang bekas dari berbagai lokasi. Para jemaat sekitar juga turut memberikan bantuan barang bekas seperti koran dan kardus.
Barang lainnya yang dibutuhkan adalah beberapa peti kayu sebagai dasar untuk menempelkan batu buatan dari kertas dan kardus. Untuk barang ini, Rizal menyebut mendapatkan bantuan dari pedagang pasar sekitar lokasi.
"Gereja kami dekat pasar, kami perlu kayak ini, misalnya kotak-kotak bekas buah, peti-peti gitu. Nah ini dikumpulkan dari teman-teman muslim di pasar sebelah sana. Ada partisipasi mereka," ujar Rizal sembari mempersiapkan misa di Gereja Santo Joseph, Jakarta Timur, Selasa (24/12/2019).
Ia menyebut para pedagang itu secara sukarela memberikan peti kayu kepada panitia. Mereka disebutnya tidak bermasalah meski sudah tahu barang itu hendak digunakan untuk dekorasi Natal.
Rizal mengaku bukan hanya kali ini saja mendapatkan bantuan untuk acara gerejanya dari agama lain. Ia mencontohkan tahun-tahun sebelumnya juga mendapatkan bantuan benda yang dibutuhkan dari pedagang pasar.
"Sering bantu selama kita butuhkan apa, kayak tahun lalu kita perlu tempat telur, kami kumpulkan juga dari pedagang muslim," katanya.
Rencananya gereja ini akan menggelar misa sebanyak dua kali, yakni pukul 17.00 dan 17.00 WIB. Kursi-kursi sudah disediakan hingga ke bagian teras dengan kapasitas 2.500 orang.
Baca Juga: Jelang Natal 2019, 4 Gereja 'Prioritas' Disterilkan Tim Gegana Polda DIY
Berita Terkait
-
PBNU: Pelarangan Ibadah Sama dengan Pelanggaran Konstitusi
-
Heboh Larangan Natal, Bagaimana Nasib Umat Kristiani di Dharmasraya?
-
Respons Larangan Natal di Dharmasraya, Romo Ruby: Itu Tidak Pada Tempatnya
-
Natal Dilarang di Dharmasraya, Tito Surati Bupatinya: Ibadah Harus Jalan!
-
Mahfud MD soal Natal dan Tahun Baru: Ada yang Aneh, Laporkan!
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar