Suara.com - Video yang memperlihatkan banyak tikus dan kecoa naik ke atas tembok untuk menghindari air banjir sedang viral di media sosial.
Salah satu akun yang mengunggah video tersebut adalah akun Twitter @hati2dimedsos. Rekaman berdurasi 39 detik ini diunggah pada Kamis (2/1/2020).
"Bayangkan, semua kecoa ini terbang terbang dan mengejarmu," tulis @hati2dimedsos seperti dikutip Suara.com, Kamis (2/1/2020).
Dalam video itu terlihat banyak kecoa yang menempel di sepanjang dinding tembok. Kecoa-kecoa ini berkelompok dan menjauh dari permukaan air banjir untuk menyelamatkan diri.
"Gara-gara banjir kecoa pada ngungsi ke tembok tuh. Kasihan-kasihan. Gara-gara banjir," ucap orang yang merekam video tersebut.
Ia berjalan dan terus merekam kondisi tembok dan tampak semakin banyak kecoa. Kemudian di ujung tembok terdapat sebuah pintu warna biru yang ditutup. Pintu itu dilindungi dengan pagar besi.
"Tuh tikus naik pagar semua, kasihan," ucap orang yang merekam video sambil menunjukkan sekelompok tikus bergelantungan di atas pagar besi.
Pantauan Suara.com, dalam waktu 4 jam sejak diunggah ke media sosial Twitter, video tersebut telah disaksikan lebih dari 58 ribu kali. Ada lebih dari 1.200 retweet dan 1.100 like di sana.
Sebanyak 356 komentar ditulis warganet untuk video kecoa yang 'mengungsi' karena banjir ini. Rata-rata warganet merasa jijik dan merinding melihat video tersebut.
Baca Juga: Banjir Jakarta, 183 Ribu Orang Teken Petisi Copot Anies Baswedan
"Gua lebih geli liat tikusnya," tulis @sottishpug.
"Lebih serem dari wabah zombie" komentar dari @fajarfadli7.
Warganet lain juga ada yang mengunggah foto kecoa mengungsi di pagar saat banjir. Dalam foto berikut ini terlihat sekelompok kecoa menempel di ujung atas pagar beton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Bidang Sosial dan Humaniora di Istana, Apa Tujuannya?
-
Hari Ini Hujan Sedang Diperkirakan Mengepung Jakarta
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan