Suara.com - Sudarto, aktivis Pusat Studi Antar Komunitas (Pusaka) Padang, ditangkap personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Barat. Ia diduga ditangkap berkaitan dengan unggahan soal larangan Natal di Kabupaten Dharmasraya.
Penangkapan Sudarto menjadi perhatian banyak pihak. Bahkan warganet di Twitter sampai meramaikan tagar #BebaskanSudarto.
Pantauan Suara.com, tagar #BebaskanSudarto mulai menggema di lini masa Twitter pada Rabu (8/1/2020) pagi. Kekinian, telah ada 9.564 cuitan yang memakai tagar tersebut.
Warganet di Twitter mendesak polisi agar Sudarto dibebaskan. Mereka merasa penangkapan Sudarto tidak tepat.
Sejumlah tokoh politik pun ikut meramaikan tagar #BebaskanSudarto.
Misalnya politikus PDIP Budiman Sudjatmiko yang mengunggah ulang cuitan dari Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto.
Damar membagikan kabar tentang keberadaan Sudarto yang masih diperiksa oleh polisi pada 8 Januari 2020 pukul 00.05 WIB.
"Pak Sudarto masih berada di Polda Sumbar, menjalani pemeriksaan. Masih belum jelas apakah akan langsung ditahan/diperbolehkan pulang oleh penyidik. Ada info tentang keluarganya juga. Istrinya masih shock. Belum mau dihubungi siapapun," tulis Damar, seperti dikutip Suara.com, Rabu (8/1/2020).
Politikus partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga membuat cuitan dengan tagar #BebaskanSudarto.
Baca Juga: SBY Minta Pemimpin Dunia Tidak Abstain dengan Konflik AS - Iran
"Polri perlu meninjau ulang langkah hukum yang dilakukan terhadap Sudarto, terlebih ada bukti bahwa Sudarto posting di FB tanggal 22 Desember setelah BBC menulisnya jadi berita tanggal 20 Desember. #BebaskanSudarto," tulis Ferdinand.
Untuk diketahui, Sudarto disangkakan melanggar Pasal 45 A ayat 2 juncto Pasal 28 UU 19 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Setelah itu pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU 1946 tentang peraturan hukum pidana.
Dia ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana dengan menimbulkan rasa kebencian melalui media sosial ketika perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya.
"Pelaku ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan diproses lebih lanjut," ucap Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto.
Berita Terkait
-
Ungkap Larangan Natal Dharmasraya Ditangkap, Publik Desak #BebaskanSudarto
-
Sudarto, Aktivis yang Ungkap Larangan Natal Dharmasraya Masih Diperiksa
-
Ungkap Larangan Natal di Dharmasraya, Sudarto Ditangkap dan Jadi Tersangka
-
Kapal China Garap Laut Natuna, Edhy Prabowo: Yang Penting Kita Cool
-
Kebakaran Hutan Australia Makin Parah, Tagar #PrayForAustralia Menggema
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
-
Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara
-
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik
-
Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
-
Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Siapkan Dokumen dan Segera Lapor Diri
-
Situasi Memanas: Otoritas UEA Tutup Ruang Udara, Ini Imbauan Khusus Bagi WNI di Abu Dhabi!
-
Teheran Tak Lagi Aman, Warga Iran Panik Usai Serangan ASIsrael: Kami Akan Mati di Sini
-
Sekjen PBB Desak AS-Israel Hentikan Serangan ke Iran, Risiko Perang Regional Sangat Nyata