Suara.com - Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji akan menyeret semua pihak yang terlibat dalam jatuhnya pesawat Ukraina ke pengadilan.
Hal tersebut disampaikan Hassan Rouhani setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuntut agar Teheran menegakkan keadilan dan membayarkan kompensasi atas jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines (UIA) Boeing 737. Tuntutan itu dibuat Zelensky dalam postingan di Facebook.
Dilaporkan oleh Straitstimes.com, Senin (13/1), Zelensky juga meminta Teheran untuk memulangkan jenazah 11 korban Ukraina pada 19 Januari. Ia mengatakan para diplomat Ukraina telah membuat daftar langkah yang harus diambil untuk "menyelesaikan masalah kompensasi".
Secara terpisah, Rouhani dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau Sabtu (11/1) lalu.
Rouhani menjanjikan penyelidikan lebih lanjut mengenai jatuhnya pesawat penumpang Ukraina yang membawa 57 orang Kanada.
Rouhani mengatakan kepada Volodymyr Zelensky bahwa "semua orang yang terlibat dalam bencana udara ini akan dibawa ke pengadilan", katanya.
Kepala negara Iran itu "sepenuhnya mengakui tragedi yang telah terjadi karena kesalahan tentara di negara ini". Ia pun telah meminta maaf.
"Iran menyambut baik kerja sama internasional dalam kerangka peraturan internasional untuk menjelaskan lebih lanjut tentang insiden itu," kata Rouhani.
Sementara itu Justin Trudeau merespon, "Kanada dan dunia masih memiliki banyak pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab. Sangat penting bahwa Kanada berpartisipasi dalam penyelidikan ini. Kami mengharapkan kerja sama penuh dari otoritas Iran."
Baca Juga: Ustaz Ini Ungkap Alasan Marcell Darwin Mualaf
Ukraine International Airlines (UIA) Boeing 737, yang telah menuju ke Kiev, menghantam lapangan sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran sebelum subuh Rabu lalu.
Peswat Ukraina mengangkut 167 penumpang dan 9 awak kabin. Mereka terdiri dari 82 warga berkebangsaan Iran, 63 warga Kanada dan 11 warga Ukraina. Selain itu ada 10 warga Swedia. empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris.
Berita Terkait
-
Iran Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat, PM Kanada Ingin Investigasi Bersama
-
Iran Tembak Jatuh Pesawat Sipil, Presiden Ukraina Minta Penembak Diadili
-
Presiden Iran: Penembakan Pesawat Ukraina Kesalahan Tak Termaafkan
-
Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Pemerintah Iran Salahkan AS
-
Iran Minta Maaf Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026