Suara.com - Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade mengaku tidak berhasil bertemu dengan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring. Ribut antara keduanya yang berawal dari media sosial kini berlanjut.
Beberapa waktu lalu, Andre mengatakan bakal mendatangi kursi Tifatul saat rapat Paripurna pada Senin (13/1/2020) untuk memberikan klarifikasi atas kritikan Tifatul terhadap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengenai sikap pemerintah atas klaim China di Perairan Natuna.
"Pak Tifatul Sembiring yth, tanggal 13 Januari waktu Paripurna DPR RI. Saya akan datangi bapak di kursi. Saya akan jelaskan apa yang dilakukan pak Prabowo selama menjadi Menhan termasuk soal Natuna. Beliau tidak Lembek," tulis Andre di akun Twitter @andre_rosiade, Minggu (5/1/2020).
Lalu pada rapat Paripurna Senin (13/1/2020) Andre berusaha menemui Tifatul, namun tidak berhasil.
Hal ini diungkapkan oleh Andre dalam cuitan yang diunggah pada Selasa (14/1/2020). Menurutnya, Tifatul langsung keluar sesaat setelah rapat Paripurna dinyatakan ditutup.
"Paripurna dijadwalkan jam 11. Saya datang jam 10.30. Dengan Pak Mardani Ali Sera saya ketemuan. Dengan pak Tifatul Sembiring, saya melihat beliau masuk di saat Paripurna dimulai lebih kurang 11.30 an. Dan beliau langsung keluar saat ditutup dari pintu samping," kata Andre, seperti dikutip Suara.com.
Menanggapi cuitan Andre, Tifatul langsung memberikan pembelaan. Ia berpendapat kalau Andre seharusnya membuat janji dulu kepadanya.
"Beliau kan punya nomor hp dan WA saya. Gampangkan, kalau ada niat baik, kontak-kontak lah. Daripada 'mangarengkang' di medsos ini," tulis Tifatul melalui akun Twitter pribadinya @tifsembiring, Selasa (14/1).
Tifatul mengaku langsung keluar setelah rapat Paripurnaditutup karena hendak melaksanakan salat.
Baca Juga: WHO Sebut Ada 68.000 Jenis Penyakit di Bumi
"Ini nggak ada janjian, bilang saya kaburlah. Orang mau sholat dhuhur dibilang kabur. Siapa anda? emang lebih penting daripada sholat?" ungkap Tifatul.
Tidak terima dengan alasan Tifatul, Andre pun membalasnya dengan sebuah cuitan. Ia menantang Tifatul untuk membuktikannya melalui rekaman CCTV.
"Saya nge cuit ini. Sekedar menjawab cuitan Pak Tifatul Sembiring. Kalau mau bukti buka aja rekaman CCTV ruangan Paripurna," balas Andre.
Untuk diketahui, ribut antara Andre Rosiade dan Tifatul Sembiring bermula dari kritikan Tifatul terhadap Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terkait China yang melanggar zona ekonomi eksklusif (ZEE) di perairan Natuna, Kepulauan Riau.
Tifatul membagikan unggahan berisi tautan berita tentang komentar Partai Hanura terhadap sikap Prabowo yang bersikap 'cool' terkait kapal-kapal China yang melanggar ZEE.
Politikus PKS ini pun menambahkan komentarnya sendiri. Ia menulis, "Kata belio China itu sahabat mas. Makanya..."
Tag
Berita Terkait
-
Twitwar Panas Crawford vs Spence, Eks Juara Tinju Dunia: Kekanak-kanakan
-
Rizieq Shihab Berkoar Soal Jiwasraya dan 4 Berita Terpopuler Lainnya
-
Sindir Prabowo, Tifatul Sembiring Disemprot Andre dan Seret Walkot Padang
-
Ditemui Politisi Gerindra di Arab, Rizieq Berkoar soal Skandal Jiwasraya
-
Prabowo Lembek soal Natuna, Andre dan Tifatul Malah Perang di Twitter
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar
-
Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat
-
Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga
-
Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional