Suara.com - Sarana dan prasarana transportasi umum di Kota Wuhan, China, ditutup pada saat pembahasan darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai wabah virus korona jenis baru makin mengglobal.
Bus kota dan kereta bawah tanah (subway) berhenti beroperasi mulai Kamis pukul 10.00 waktu setempat (09.00 WIB), demikian diumumkan Pemerintah Kota Wuhan.
Jadwal perjalanan kereta api dan penerbangan dari Kota Wuhan juga ditiadakan secara efektif mulai pukul 10.00.
Pembahasan darurat WHO pada Rabu (22/1) malam diperpanjang hingga Kamis untuk menentukan apakah virus korona jenis baru yang menyebabkan radang paru-paru berat (pneumonia) itu akan berstatus darurat internasional (PHEIC) atau tidak.
Wabah, yang pertama kali ditemukan di Wuhan, mulai menjalar hingga ke berbagai daerah di China yang sebelumnya aman-aman saja, sebagaimana laporan sejumlah media resmi setempat sebagaimana dipantau kantor berita Antara dari Shanghai.
Tiga kasus muncul di Daerah Otonomi Guangxi, yang berbatasan dengan Vietnam, pada pukul 01.08 waktu setempat.
Kemudian di Provinsi Heilongjiang yang berbatasan dengan Rusia, juga ditemukan satu kasus pada pukul 00.47 waktu setempat.
Dengan demikian, wabah virus corona jenis baru di China hingga pukul 01.00 waktu setempat telah mencapai 550 kasus, sebanyak delapan hingga sembilan pengidap meninggal dunia.
Antara melaporkan pergerakan arus mudik menjelang Tahun Baru Imlek mulai Rabu (22/1) dari Beijing, Hebei, Tianjin, dan Shanghai terpantau normal.
Baca Juga: Korban Tewas Akibat Virus Corona di China Bertambah Jadi 17 Orang
Hampir semua penumpang kereta api cepat, demikian pula dengan petugas keamanan, masinis, pramugari, dan pegawai kereta api, mengenakan masker sesuai dengan imbauan pemerintah.
Di Stasiun Beijingnan, bahkan ada klinik khusus yang sewaktu-waktu menerima pasien pneumonia dengan rujukan rumah sakit.
Di meja resepsionis sejumlah hotel di China, juga tersedia masker bagi siapa saja yang membutuhkan.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Merosot Akibat Kekhawatiran Virus Corona
-
Terpopuler: Jenis Fobia Cermin Kepribadian, Virus Corona Hantui Indonesia
-
Korban Tewas Akibat Virus Corona di China Bertambah Jadi 17 Orang
-
WHO Tunda Deklarasi Virus Corona Kondisi Darurat Kesehatan Global, Mengapa?
-
Virus Corona Renggut 9 Jiwa, Kualifikasi Tinju Olimpiade 2020 Dibatalkan
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar
-
Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami