Suara.com - Etnis Tionghoa menyediakan kue keranjang sebagai salah satu tradisi dalam Tahun Baru Cina atau Imlek. Kue keranjang bukan hanya enak dimakan tapi memiliki makna dan sejarah tersendiri.
Sementara itu, terdapat beberapa fakta terbaru tentang virus corona dari penelitian para ilmuwan.
Berikut 5 berita populer yang dihimpun Suara.com pada Jumat (24/1/2020).
- Kue Keranjang Jadi Tradisi Wajib Imlek, Ini Sejarah dan Maknanya
Kemeriahan Imlek yang dimulai pada Sabtu (25/1/2020) sudah terasa di sejumlah sudut kota. Serangkaian tradisi telah dilakukan masyarakat etnis Tionghoa untuk menyambut pergantian Tahun Baru China.
Salah satunya dengan menyiapkan hidangan cirikhas Imlek yakni kue keranjang. Makanan manis nan kenyal ini memiliki nama Mandarin Nian Gao.
- 5 Fakta Terbaru tentang Virus Corona
Virus corona atau penyakit dengan nama resmi novel coronavirus (2019-nCoV) ini tengah menjadi ancaman di berbagai negara. Wabah yang berasal dari China telah menyebar ke negara-negara lainnya di luar benua Asia.
Sejumlah penelitian terus dilakukan untuk menemukan vaksin dan cara menyembuhan virus mematikan ini. Beberapa fakta baru telah diungkapkan para ilmuwan. Termasuk penyebaran hingga diyakini bersumber dari kelelawar.
Baca Juga: Harapan Baru Atasi Anemia Pada Pasien Ginjal Kronis
- Terungkap Pelaku yang Tendang Nenek Rubingah di Pasar Gendeng
Belum lama ini, warga digemparkan dengan video nenek yang diusir dan ditendang pria di Pasar Gendeng di Jalan Raya Piyungan, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Banyak orang menyesalkan tindakan kekerasan tersebut.
Korban diketahui bernama Rubingah (60), sementara pelaku tindakan kekerasan berinisial N. Setelah aksi tersebut viral, kepolisian hingga Dinsos DIY pun turun tangan.
- Sekjen PDIP Hasto Diperiksa KPK Hari Ini
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama dua komisioner KPU diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi padah hari Jumat (24/1/2020).
Dulu, KPK dikenal garang saat memeriksa orang-orang pada hari Jumat. Bahkan, oleh awak media, fenomena itu kerap disebut sebagai “Jumat Keramat KPK”.
Berita Terkait
-
IDI: Pasien Suspect di Bali, Negatif Virus Corona
-
Diperiksa KPK, Sekjen PDIP Hasto: Harun Masiku Dapat Beasiswa Ratu Inggris
-
3 Pasien Suspect Virus Corona di RSUP Sanglah, 1 Pasien Negatif
-
Satu Pasien RSPI Jakarta Suspect Virus Corona, Pernah Melawat ke China
-
CEK FAKTA: Video Pohon Bisa Terbang karena Kekuasaan Allah, Benarkah?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup