News / Internasional
Minggu, 02 Februari 2020 | 07:30 WIB
Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien pada kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/1). [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha]

Suara.com - Jumlah kematian akibat wabah virus corona di China terus bertambah setiap hari. Terkini, hingga akhir Sabtu (1/2/2020) atau Minggu (2/2/2020) pagi WIB, korban tewas akibat virus mematikan itu mengingkat 45 dengan total 304, demikian televisi pemerintah China melaporkan.

Sementara itu ada 1.921 kasus lebih lanjut yang terdeteksi di Hubei, pusat wabah, menjadikan totalnya mencapai 9.074 dan nyaris mencapai 12.000 di seluruh dunia. Sebagian besar kematian akibat virus corona itu terjadi di Hubei, provinsi dengan penduduk terpadat di pusat Tiongkok.

Melansir laman Channel News Asia, Minggu (2/2/2020) pagi, pejabat tinggi Partai Komunis di Wuhan, kota pusat dari 11 juta orang di mana virus pertama kali muncul pada bulan Desember, pada hari Jumat menyatakan "penyesalan" karena pemerintah setempat bertindak terlalu lambat.

Virus ini diyakini telah muncul pada bulan Desember di ibukota provinsi Wuhan di pasar daging yang menjual sejumlah satwa liar untuk dikonsumsi.

Pekan lalu, pemerintah China akhirnya bertindak, secara efektif menyegel Wuhan dan provinsi Hubei di sekitarnya, dan menghentikan perjalanan melintasi negara berpenduduk 1,4 miliar orang itu.

Tetapi epidemi telah menyebar luas dan luas ketika orang-orang China bepergian ke seluruh negeri dan luar negeri selama liburan Tahun Baru Imlek yang dimulai pekan lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah itu sebagai darurat kesehatan global, tetapi mengatakan tidak merekomendasikan perdagangan internasional atau pembatasan perjalanan.

Sejak itu berkembang menjadi darurat kesehatan global dengan kasus di lebih dari 20 negara.

Sementara sejumlah negara berupaya untuk mengevakuasi warganya dari Wuhan. Seperti dari Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Prancis, Korea Selatan hingga Indonesia.

Baca Juga: Pasien di Batam yang Sempat Diisolasi Dinyatakan Negatif Virus Corona

Terkini, sebuah penerbangan yang membawa lebih dari 300 warga negara India meninggalkan Wuhan pada Sabtu dini hari ke New Delhi.

Lalu ada sekitar 200 pengungsi AS yang mendarat di California pada hari Rabu telah ditempatkan di bawah perintah karantina wajib selama 14 hari.

Dari Rusia, pemerintah setempat menyatakan akan mengevakuasi lebih dari 2.500 warganya yang berlibur di pulau Hainan China, meski lokasinya jauh dari pusat penyebaran. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah secara resmi menyegel perbatasan timur jauh yang berbatasan dengan China.

Load More