Suara.com - Ratusan massa yang menggelar aksi unjuk rasa bertajuk 'Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI', sudah berada di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakart Pusat, Jumat (21/2/2020). Mereka berkumpul di depan Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat sebab akses menuju Istana Merdeka sudah ditutup.
Meski tak bisa meringsek menuju kawasan Istana Merdeka, massa aksi terus berorasi ihwal desakan anti korupsi. Misalnya, isu-isu seperti korupsi Jiwasraya, Asabri, hingga kritik terhadap KPK sekau lembaga antirasuah.
“Sekarang Ketua KPK baru berapa bulan, 3 bulan kurang lebih. Sudah 36 kasus didiamkan dan sekarang tidak lagi diusut,” ujar salah satu orator diatas mobil komando.
Sang orator pun berteriak pada massa aksi dan meminta agar koruptor digantung di Monas.
“Semuanya setuju korupsi digantung di Monas?” sambungnya yang langsung disambut riuh oleh massa.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusri Yunus mengatakan berdasar surat pemberitahuan yang diberikan kepada pihaknya, aksi tersebut rencananya akan digelar bada shalat Jumat.
Mereka rencananya akan menggelar aksi damai di sekitar Istana Merdeka atau tepatnya di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
"Kesiapan pengamanan dari Polda Metro Jaya bersama teman-teman dari TNI dan Polres Jakarta Pusat sudah siap dengan kekuatan sekitar 2.000 personel yang kita turunkan untuk kesiapan pengamamam siang nanti," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020).
Yusri lantas menyampaikan bahwa aksi 212 itu akan digelar hingga pukul 18.00 WIB. Adapun, jumlah massa diperkirakan hanya berkisar 1.000 hingga 2.000.
Baca Juga: KPK Hentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi, ICW: Sudah Kami Prediksi
Tag
Berita Terkait
-
36 Kasus di KPK Disetop Firli Cs, Demokrat: Apa Ada Indikasi Tebang Pilih?
-
LIVE STREAMING : Massa Aksi 212 Mulai Padati Patung Kuda
-
Dicegat Barikade Polisi, Pendemo Aksi 212: Harusnya Istana Bisa Dikunjungi!
-
Mahfud MD Ogah Ikut Campur Sikap Firli Cs Setop 36 Kasus Korupsi di KPK
-
KPK Hentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi, Firli: Untuk Kepastian Hukum
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan