Suara.com - PT Modernland Realty Tbk selaku pengembang kawasan Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur angkat bicara terkait tudingan warga yang menyebut proyek yang digarapnya sebagai biang banjir di pemukiman warga sekitar.
Corporate Communication Department Head PT Modernland Realty Tbk Gunawan Setyo Hadi mengatakan, dalam tata ruang kawasan, sebenarnya pihaknya telah menyiapkan dua danau seluas 15,4 hektare dan 3 hektare yang berfungsi sebagai lokasi resapan air.
"Pertama luasnya 15,4 hektare, kalau kita hitung dengan kedalamam 7 meter bisa menampung 1 juta kubik. Kemudian kedua hampir 3 hektare dengan kedalaman 6 meter, mampu menampung 200 ribu kubik," kata Gunawan saat dihubungi Suara.com, Kamis (27/2/2020).
Dengan luasan itu, mereka yakin debit air tidak akan meluap ke pemukiman warga, ditambah kata Gunawan, pihaknya juga sudah menyiapkan delapan pompa yang siaga untuk menyedot air jika terjadi luapan di danau tersebut.
Namun ternyata kedua danau tersebut tidak mampu menampung intensitas hujan yang turun semalaman sejak Selasa dini hari kemarin, sehingga meluber ke pemukiman warga di Cakung Timur, Jaktim dan Rorotan, Jakarta Utara.
Gunawan menyebut pihaknya sudah bertemu dengan warga untuk mediasi pada Rabu siang kemarin untuk menemui jalan tengah.
Dihubungi terpisah, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Jakarta Timur, Santo mengatakan seharusnya JGC membangun dua aliran pembunganan air, ke arah Kali Banjir Kanal Timur (sisi selatan) dan ke arah Badan Pembekalan TNI (sisi utara).
Santo menyebut proses pembangunan ini belum bisa dilakukan oleh manajemen JGC karena pembebasan lahan tak kunjung tuntas.
"JGC itu pembuangannya ada ke arah BKT dan Babek sana. Tapi yang babek belum bebas, ada 300 meter lagi dalam waktu dekat sama JGC mau ditindak lanjuti," kata Santo saat dihubungi.
Baca Juga: Dituduh Jadi Biang Banjir, Pembangunan Drainase JGC Terhambat Masalah Lahan
Dia mengatakan jika sudah terkoneksi dengan BKT maka pembuangan air dari JGC pun bisa tembus ke Cakung Drain, tidak lagi ke arah rumah warga sekitar.
"Lahan itu nanti buat saluran mau ke BKT. Nanti tembusnya ke Cakung Drain juga. Ada salurannya, sebenarnya tapi kecil. Makanya mau dibuat setelah pembebasan," ucapnya.
Diketahui, berdasarkan informasi dari www.jakartagardencity.com, JGC yang memiliki luas 370 hektare itu dulunya rawa, kemudian diurug dan dikembangkan oleh PT Modernland Realty Tbk menjadi kawasan perumahan mewah (cluster), lengkap dengan fasilitas umum seperti Food Garden, IKEA, Rumah Sakit Mayapada, AEON Mal yang telah beropersi sejak 2017.
Rawa ini seharusnya berfungsi sebagai tempat penampungan air saat hujan deras yang menyelamatkan warga dari bencana banjir.
Sebagai solusinya, JGC menyisakan dua titik yang berada di sekitar AEON Mal untuk menjadi danau lokasi penampungan air ketika musim penghujan.
Namun, pada awal tahun dan akhir pekan kemarin, kedua danau tersebut tak sangguh menyerap dengan cepat sehingga curah hujan yang tinggi membuat danau dan tembok beton tinggi yang dibuat JGC juga tak sanggup menahan air hingga meluber ke pemukiman warga.
Berita Terkait
-
Disindir Zaman Ahok Kali Dikeruk, Sekda DKI Bilang Begini
-
Begini Aksi Santuy Para Warga saat Menghadapi Banjir
-
Menolak Rapat Banjir di DPR, Hari Ini Anies Rapat Revitalisaai TIM
-
Banjir Jakarta, PSI Minta Anies Setop Salahkan Pihak Lain
-
Antisipasi Banjir, Pemerintah Pusat Siagakan Pompa di Sejumlah Titik
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
-
Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!
-
Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah