Suara.com - Sejak resmi diumumkan ada WNI yang terjangkit virus Carona, aktivitas warga termasuk di Terminal Blok M, Jakarta Selatan pada Selasa (3/3/2020) tidak ada yang berubah.
Pantuan Suara.com, masyarakat tetap berlalu lalang untuk menaiki angkuta umum di salah satu terminal besar di Ibu Kota tersebut.
Zul seorang penumpang bus Damri jurusan Blok M - Bandara Soetta menanggapi tenang perihal merebaknya Corona hingga ada status waspada di Jakarta.
"Iya biasa-biasa aja, gak ada yang berubah," kat Zul saat ditemui Suara.com.
Alasan Zul mendatangi Terimal Blok M ini karena hendak menuju Bandara Soekarno Hatta, Cengkarang untuk melakukan penerbangan ke Batam, Kepulauan Riau.
Dia pun mengaku tak khawatir meski pemerintah telah mengumumkan jika virus yang berasal dari negara China itu telah mewabah ke tanah air.
"Hidup dan mati sudah diatur, kita waspada aja," kata dia.
Sebelumnya, Misbakun, salah satu seorang petugas di bagian keberangkatan bus Damri jurusan Blok M - Bandara Soekarno-Hatta mengaku bahwa ada dampak yang ditimbulkan akibat Corona, yakni mulai menurunnya jumlah penumpang.
Menurutnya, penurunan jumlah penumpang sudah mulai terasa sejak Februari 2020, terutama mereka yang menuju ke Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dengan tujuan penerbangan internasional.
Baca Juga: Corona Sudah Masuk ke Indonesia, Atlet Pelatnas PBSI Diminta Hindari Mal
Dia mengatakan, jumlah penumpang semakin menurun imbas dari pemberitaan ada 2 WNI yang terjangkit virus corona.
"Iya dari sebelumnya sudah 90 persen sekarang turun lagi 5 persen. Jadi jumlah penumpang hanya 85 persen dari sebelumnya. Itu sudah mulai pas berita-berita Corona. Jadi sebelum masuk (Corona masuk ke Indonesia) sini, sudah turun," kata Misbakun ditemui di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).
Sedangkan untuk penumpang bus antarkota masih relatif normal tidak terpengaruh dengan virus Corona. Misbakun menilai hal tersebut lebih karena penumpang bus antarkota yang mayoritas merupakan pekerja.
"Mereka yang kerja di sini. Jadi sore pulang atau nanti setiap kamis dan jumat mulai pulang, ramai. Jadi gak ngaruh untuk antarkota," ujarnya.
Berita Terkait
-
Imbas Corona, Pedagang Sembako Yang Naikan Harga Seenaknya Bisa Ditangkap
-
All England 2020 Dibayangi Corona, Anthony Ginting Khawatir
-
Mirip Gejala Flu, Jokowi Optimis Penderita Corona di Indonesia Bisa Sembuh
-
Presiden Inter Kritik Cara Presiden Serie A Tangani Virus Corona
-
Diambil dari 35 RS, Kemenkes Telisik 155 Spesimen Pasien Suspect Corona
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya