Suara.com - Identifikasi pertama corona bisa melalui kesadaran diri sendiri, yaitu dengan cara mengatahui gejala-gejalanya.
Secara umum, WHO menyatakan bahwa gejala awal corona biasanya akan mengalami demam, batuk kering, sesak napas, hingga napas pendek.
Kemudian setelah semakin parah, gejala-gejala tersebut akan menyebabkan pneumonia, gagalnya fungsi organ, hingga kematian.
Orang yang positif corona biasanya akan baik-baik saja di awal terinfeksi, sebab gejala baru akan muncul setelah 1-14 hari kemudian.
Sementara menurut Aljazeera.com, kebanyakan orang positif corona akan menimbulkan gejala lima hingga enam hari.
Journal of American Medical Association (JAMA) pada 7 Februari juga menyatakan bahwa gejala yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering.
Sepertiga pasien juga melaporkan nyeri otot dan kesulitan bernapas, sementara sekitar 10 persen memiliki gejala atipikal, termasuk diare dan mual.
Selain itu, CDC juga menambahkan bahwa oang yang positif corona juga seringkali merasa kedinginan dan badan pegal atau sakit.
CDC menyarankan, apabila mengalami beberapa gejala tersebut maka segera datang ke dokter untuk dites air liur dan memastikannya.
Baca Juga: Diambil dari 35 RS, Kemenkes Telisik 155 Spesimen Pasien Suspect Corona
Sejauh ini, para peneliti yakin jika awal penularan corona berawal dari hewan dengan inang kelelawar yang kemudian ditularkan antar manusia.
Orang yang terinfeksi corona bisa menularkan dari tetesan liur saat bernapas, berbicara, batuk, hingga bersin.
Beda Gejala Virus Corona dengan Flu Biasa
Awal gejala virus corona dan flu biasa memang dianggap sulit dibedakan karena sangat mirip. Gejala untuk infeksi virus corona adalah pilek, sakit kepala, batuk dan demam di mana gejala tersebut juga terjadi pada penderita flu biasa.
Melansir dari Global News Kanada, spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Mount Sinai Allison McGeer menyatakan: "Corona menyulitkan para profesional medis. Akan sulit untuk mendektesi kasus coronavirus ringan karena gejaanya sama dengan dengan flu biasa."
Menurut McGeer, setiap penyakit pernapasan memiliki gejala yang hampir sama, begitu juga dengan corona.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!