Suara.com - Istri Cesc Fabregas menolak diajak kawin saat masa lockdown virus corona. Pemain sepak bola yang kini berseragam AS Monaco ini pun mati gaya, ujung-ujungnya Fabregas minta warganet memberikan rekomendasi serial TV yang bagus.
Cesc Fabregas mengungkapkan curahan hatinya di Twitter @cesc4official.
"Semenjak kami harus tinggal di rumah untuk beberapa hari ke depan dan istri saya tidak mau bikin anak (untuk saat ini), kira-kira kalian punya rekomendasi serial TV yang bagus nggak? Ya yang paling enggak punya 4 seasons," tulis Cesc Fabregas seperti diterjemahkan dari cuitannya, Minggu (15/03).
Mantan pemain Chelsea ini pun turut menandai akun Twitter istrinya, Daniella Semaan, di cuitan tersebut.
Beberapa warganet menyayangkan 'kebijakan' Daniella Semaan yang ogah-ogahan diajak bikin anak. Istri Cesc Fabregas ini pun memberikan balasan.
"Saya sangat memanjakan suami kok, saya janji. Hanya saja sudah tidak ada tempat lagi di hati saya, saya sudah merasa cukup," balas Daniella Semaan
Ligue 1 dan Ligue 2 ditangguhkan menyusul status lockdown Prancis
Sebagai informasi, pemerintah Prancis mengikuti langkah Spanyol dan Italia untuk menerapkan status lockdown. Sebagai imbasnya, gelaran Ligue 1, liga di mana klub Cesc Fabregas bermain juga harus ditangguhkan.
LFP selaku otoritas Liga Prancis juga baru saja memutuskan untuk menghentikan sementara kompetisi sepak bola di negeri itu. Keputusan ini juga berlaku baik untuk Ligue 1 maupun 2.
Baca Juga: Populer di Tengah Wabah Virus Corona Covid-19, Pahami Istilah Lockdown
Menurut pihak LFP, keputusan itu dibuat dengan suara bulat oleh dewan direksi pada Jumat (13/3), sembari menambahkan bahwa "kepentingan bersama harus diletakkan di atas segalanya".
"Urgensinya saat ini adalah membatasi (penyebaran) epidemi, melindungi mereka yang paling rentan (terlutar), dan menghindari (pemberlakuan) pemindahan," ungkap pihak LFP, yang sebelumnya juga sempat memutuskan untuk menggelar pertandingan di stadion tertutup tanpa penonton.
Berita Terkait
-
Cesc Fabregas Puji Sosok Asal Indonesia di Tengah Isu Latih Chelsea
-
Menolak Punah: Film Dokumenter Dandhy Laksono Ungkap Ancaman Mikroplastik dari Pakaian
-
Film Menolak Punah Ungkap Mikroplastik Pakaian Sudah Masuk ke Sperma hingga ASI
-
Dandhy Laksono Kembali Bersuara Lewat Menolak Punah: Potensi Ledakan Penyakit Akibat Fashion Modern
-
Stop Jadi Martir Sosial! People Pleaser itu Bukan Orang Baik, Justru Merugikan Loh
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara